Bahlil Lantik Pengurus Baru Golkar Aceh, Tekankan Soliditas dan Konsolidasi Partai
Suara Pecari, Banda Aceh – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi melantik jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Aceh periode 2025-2030. Acara yang berlangsung di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, pada Sabtu, 11 Juli 2026 ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi partai di tingkat daerah.
Pelantikan dan Struktur Kepengurusan Baru
Dalam pelantikan tersebut, Muhammad Salim Fakhry, yang juga Bupati Aceh Tenggara, resmi menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Aceh. Ia didampingi oleh Sabri Badruddin sebagai Sekretaris, Muhammad Rizky sebagai Bendahara, dan Khalid sebagai Ketua Harian. Selain itu, sejumlah pengurus lainnya turut dilantik untuk mengisi berbagai posisi strategis dalam kepengurusan daerah.
Susunan kepengurusan ini mencerminkan upaya partai untuk merangkul seluruh elemen masyarakat. Muhammad Salim Fakhry menegaskan bahwa komposisi pengurus telah memenuhi kuota keterwakilan perempuan sebesar 30 persen, serta melibatkan berbagai kalangan mulai dari tokoh senior, generasi muda, mahasiswa, praktisi, hingga pengusaha. “Kami tetap setia, patuh, dan taat terhadap ADART serta seluruh peraturan organisasi. Kepengurusan ini kami susun dengan semangat kebersamaan dan keterwakilan berbagai unsur masyarakat,” ujar Salim.
Agenda Konsolidasi Nasional dan Dua Prioritas Besar
Usai pelantikan, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan DPD Partai Golkar Aceh merupakan bagian dari agenda konsolidasi organisasi yang lebih luas. Kegiatan tersebut meliputi pelantikan pengurus, rapat kerja daerah (Rakerda), dan bimbingan teknis (Bimtek). “Ini bagian dari program rutin dalam melakukan roadshow konsolidasi secara nasional. Hari ini saya bersyukur dapat melantik Bang Salim Fakhry sebagai Ketua DPD Golkar Aceh beserta seluruh pengurus,” kata Bahlil kepada awak media.
Lebih lanjut, Bahlil membeberkan dua agenda besar partai ke depan. Pertama, mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan. Kedua, meningkatkan jumlah kursi di parlemen, baik di tingkat pusat maupun daerah. “Ke depan Partai Golkar hanya mempunyai dua agenda besar. Banyak agenda, tapi saya ingin mengatakan dua agenda besar. Yang pertama adalah agenda bagaimana menaikkan kursi. Dan yang kedua adalah bagaimana mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai selesai. Kapan selesainya? Tanya Pak Presiden Prabowo,” ucap Bahlil disambut tawa hadirin.
Komitmen Terhadap ADART dan Keterbukaan
Muhammad Salim Fakhry menegaskan bahwa kepengurusan barunya akan berpedoman penuh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) serta seluruh kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Ia juga menyatakan bahwa Partai Golkar Aceh terbuka bagi berbagai tokoh yang ingin bergabung, termasuk para kepala daerah. Atas arahan DPP, pihaknya telah membentuk empat badan organisasi dan terus mengajak kader senior untuk memperkuat partai.
“Harapan kami, di bawah arahan Ketua Umum dan pengurus DPP, Partai Golkar Aceh semakin solid dan mampu meningkatkan capaian politik pada pemilu mendatang,” ujarnya.
Data Capaian Politik Golkar Aceh
Berikut adalah data perolehan kursi Partai Golkar di Aceh saat ini:
| Tingkat | Jumlah Kursi |
|---|---|
| DPR RI | 3 |
| DPRA (Dewan Perwakilan Rakyat Aceh) | 9 |
| DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota) | 88 |
Dengan jumlah kursi tersebut, Partai Golkar Aceh memiliki posisi yang cukup kuat di parlemen daerah. Namun, target ke depan adalah meningkatkan jumlah kursi secara signifikan pada pemilu mendatang.
Dampak dan Implikasi
Konsolidasi Partai Golkar di Aceh memiliki dampak strategis, baik bagi partai maupun bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dengan struktur kepengurusan yang solid dan inklusif, Golkar Aceh diharapkan mampu menjadi mesin politik yang efektif dalam memenangkan suara dan mendukung program-program pemerintah. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk perempuan dan generasi muda, juga menjadi modal penting untuk menjangkau basis pemilih yang lebih luas.
Di sisi lain, penekanan pada konsolidasi internal menunjukkan bahwa Partai Golkar serius dalam mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik ke depan. Dengan arahan langsung dari ketua umum, DPD Aceh diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan agenda partai.
Acara pelantikan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antara pengurus pusat dan daerah. Bahlil menekankan bahwa kekuatan Golkar lahir dari keberagaman masyarakat. “Golkar sejatinya dilahirkan dari rakyat, dari petani, nelayan, guru, buruh, purnawirawan TNI-Polri, dan berbagai elemen lainnya. Karena itu, seluruh kekuatan partai harus bersatu untuk bekerja demi mewujudkan cita-cita proklamasi, meningkatkan kesejahteraan bangsa, serta memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Partai Golkar Aceh di bawah kepemimpinan Muhammad Salim Fakhry optimis dapat menghadapi tantangan politik ke depan. Konsolidasi yang dilakukan saat ini menjadi fondasi penting untuk meraih sukses di pemilu mendatang dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir masa jabatan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










