Lansia 78 Tahun Hilang di Kebun Kelapa Tambong, Tim SAR Gabungan Dikerahkan
Suara Pecari – 08 April 2026 | Seorang warga berusia 78 tahun di Kabupaten Banyuwangi dilaporkan menghilang pada Senin, 6 April, di area kebun kelapa Desa Tambong, Kecamatan Kabat.
Korban bernama Sitinah, warga Desa Macanputih, terakhir terlihat berjalan menuju kebun kelapa di bagian utara desa.
Keluarga segera melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian setempat setelah menemukan bahwa Sitinah tidak kembali ke rumah pada sore hari.
Polisi membuka penyelidikan dan mengkoordinasikan pencarian dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.
Pada Rabu, 8 April, Tim SAR gabungan resmi dikerahkan untuk mencari keberadaan korban.
Tim tersebut dipimpin oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa.
Oleh karena itu, fokus pencarian diarahkan ke area kebun serta hutan di sekitarnya.
Tim SAR menggunakan peralatan jungle rescue, perlengkapan pendakian, serta perangkat komunikasi dan medis selama operasi.
Anggota tim meliputi petugas BPBD, aparat Polsek Kabat, Koramil Kabat, serta aparat desa dan sukarelawan masyarakat.
Kondisi cuaca pada saat pencarian tercatat cerah, memberikan dukungan positif bagi kegiatan lapangan.
Tim melakukan patroli berjalan kaki, menyisir jalur-jalur sempit, dan memeriksa titik-titik potensial di hutan.
Petugas juga menyiapkan pos-pos pemeriksaan di pintu masuk kebun untuk memantau pergerakan.
Selama operasi, koordinasi antar lembaga berjalan lancar melalui jaringan radio dan sistem pelaporan real time.
Keluarga korban tetap berada di lokasi, memberikan informasi tambahan tentang kebiasaan harian Sitinah.
Mereka menyebut bahwa korban biasanya beraktivitas di kebun pada pagi hari untuk memetik kelapa.
Namun, pada hari kejadian, tidak ada jejak kaki atau barang pribadi yang ditemukan di sekitar area terakhir terlihat.
Polisi mengingatkan pentingnya melaporkan orang hilang secepatnya, khususnya bagi lansia yang rentan.
Secara umum, kasus orang hilang di wilayah pedesaan dapat dipengaruhi oleh faktor geografis, cuaca, dan mobilitas terbatas.
Tim SAR Banyuwangi telah menangani beberapa insiden serupa sebelumnya, termasuk pencarian pendaki yang tersesat di pegunungan Ijen.
Pengalaman tersebut membantu meningkatkan kesiapan operasional dan penggunaan peralatan yang tepat.
Selain upaya lapangan, pihak berwenang juga menggalang dukungan masyarakat melalui penyebaran poster dan informasi di media sosial.
Relawan setempat membantu mengamati jalur-jalur masuk kebun dan melaporkan temuan secara langsung.
Tim medis siap memberikan pertolongan pertama jika korban ditemukan dalam kondisi kurang sehat.
Komunikasi dengan keluarga tetap terjaga, dengan pembaruan situasi yang disampaikan setiap beberapa jam.
I Made Oka menegaskan bahwa semua upaya akan terus dilakukan hingga korban ditemukan atau terdapat petunjuk baru.
Ia menambahkan, “Kami berharap Sitinah dapat kembali dengan selamat, dan kami tidak akan berhenti mencari.”
Petugas menilai bahwa area kebun kelapa memiliki medan yang beragam, termasuk lereng curam dan vegetasi lebat.
Karakteristik tersebut menambah tingkat kesulitan dalam proses pencarian visual.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berjanji menyediakan sumber daya tambahan jika diperlukan, termasuk helikopter atau drone.
Namun, hingga kini tidak ada rencana penggunaan udara karena kondisi cuaca masih mendukung operasi darat.
Para ahli menekankan pentingnya pencegahan, seperti menyiapkan identitas, nomor kontak darurat, dan pengawasan rutin bagi lansia.
Komunitas setempat juga diimbau untuk melaporkan aktivitas mencurigakan di area hutan atau kebun.
Jika terdapat petunjuk baru, tim SAR siap menyesuaikan strategi pencarian dengan cepat.
Hingga saat artikel ini ditulis, pencarian masih berlangsung dan harapan tetap tinggi bahwa Sitinah akan ditemukan selamat.






