Menteri LH Tanam 1.000 Pohon di Cianjur untuk Hadapi Perubahan Iklim
Suara Pecari | Dalam upaya nyata menghadapi tantangan perubahan iklim, Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, melaksanakan penanaman 1.000 pohon di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan Paguyuban Petani Cianjur (PPC).
Menteri Jumhur menekankan pentingnya penanaman pohon sebagai langkah konkret untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mengatasi masalah perubahan iklim serta degradasi lahan. “Upaya menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang,” ungkapnya dalam keterangan pers.
Ia juga menyatakan bahwa kesejahteraan masyarakat dan perlindungan lingkungan hidup harus berjalan seiring. Pemanfaatan lahan produktif, menurutnya, perlu diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan ekosistem dan kelestarian lingkungan.
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. “Harus ada kesadaran dalam diri kita untuk menjaga lingkungan. Mulai dari hal sederhana, seperti menanam pohon atau tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Kartika, menambahkan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan kontribusi nyata dari para petani dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. “Kegiatan menanam hari ini adalah sumbangsih dari teman-teman petani. Bagaimana kita memastikan keadilan agraria bisa sejalan dengan usaha-usaha kita untuk menjaga daya dukung lingkungan hidup,” ujarnya.
Penanaman pohon ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, petani, dan masyarakat, diharapkan tantangan perubahan iklim dapat dihadapi secara bersama-sama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








