Rupiah Melemah Terus Menurun

Rupiah Melemah Terus Menurun

Suara Pecari |

Rupiah Indonesia terus melemah terhadap dolar AS hingga penutupan perdagangan hari ini. Menurut data Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,46 persen atau 82 poin menjadi Rp18.049 per dolar AS. Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa rupiah masih tertekan oleh dolar AS karena pelaku pasar masih bersikap hati-hati. Mereka masih mencermati perkembangan di Timur Tengah yang masih bergejolak dan situasi politik di Amerika Serikat.

Iran melakukan serangan ke basis-basis militer AS di Kuwait dan Bahrain. Sementara zionis Israel tetap melakukan serangan ke Lebanon Selatan di tengah kesepakatan gencatan senjata. DPR AS menyetujui resolusi untuk menghentikan perang Trump terhadap Iran, namun resolusi itu membeutuhkan persetujuan Senat untuk mengantisipasi veto yang pasti dilakukan Trump.

Di sisi lain, bisnis jasa di AS mengalami peningkatan. Pada Mei 2026, PMI Jasa ISM menjadi 54,5 dari 53,6 pada bulan sebelumnya. Kenaikan PMI Jasa didorong oleh biaya yang meningkat untuk produk minyak bumi dan komoditas lainnya. Data-data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu lebih lama.

Ibrahim melihat kekhawatiran yang meningkat terhadap kenaikan harga minyak. Karena kenaikan harga minyak dapat memicu risiko berupa defisit fiskal yang melampaui ambang batas 3 persen. Penilaian dari sejumlah lembaga rating internasional juga ikut mempengaruhi. Moody’s Ratings memberikan peringkat Baa2 dengan outlook negatif pada PT Danantara Investment Management (DIM).

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan