BPTD Lampung Pantau Infrastruktur Terminal Betan Subing: Upaya Pastikan Pelayanan Optimal
Suara Pecari, Bandarlampung – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) infrastruktur di Terminal Tipe A Betan Subing, Kabupaten Lampung Tengah, pada 9 Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan fasilitas terminal tetap laik fungsi dan mampu memberikan pelayanan optimal bagi pengguna jasa angkutan umum. Kepala BPTD Kelas II Lampung, Jonter Sitohang, memimpin langsung tim dalam meninjau kondisi infrastruktur secara menyeluruh, mencakup fasilitas utama maupun pendukung operasional.
Latar Belakang Monitoring dan Evaluasi
Terminal Betan Subing merupakan salah satu terminal tipe A di Provinsi Lampung yang melayani trayek angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan perdesaan. Sebagai simpul transportasi darat, terminal ini memiliki peran strategis dalam menghubungkan wilayah Lampung Tengah dengan daerah sekitarnya. Namun, seiring berjalannya waktu, infrastruktur terminal memerlukan perawatan dan peningkatan agar tetap memenuhi standar pelayanan minimal.
Menurut Jonter Sitohang, kegiatan monev ini merupakan bagian dari program rutin BPTD untuk memantau kondisi seluruh terminal di wilayah kerjanya. “Monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas operasional terminal tetap dalam kondisi terawat, dan nantinya dapat memberikan pelayanan yang optimal,” ujarnya, Kamis, 9 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa terminal memiliki peran penting sebagai simpul transportasi darat yang harus didukung infrastruktur memadai. Oleh karena itu, kondisi bangunan, hingga fasilitas penunjang lainnya harus terus dipantau.
Ruang Lingkup Evaluasi Infrastruktur
Tim BPTD melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek infrastruktur terminal, meliputi:
- Bangunan Utama Terminal: Kondisi fisik gedung, atap, lantai, dinding, serta sistem drainase.
- Fasilitas Penumpang: Ruang tunggu, toilet, musala, dan area informasi.
- Fasilitas Operasional: Loket penjualan tiket, area parkir kendaraan, jalur kedatangan dan keberangkatan bus, serta peron.
- Fasilitas Pendukung: Penerangan, sistem ventilasi, kebersihan, dan ketersediaan air bersih.
- Keselamatan: Rambu-rambu, marka jalan, alat pemadam kebakaran, dan pos keamanan.
Hasil evaluasi akan dicatat dalam laporan teknis yang menjadi dasar penentuan prioritas perbaikan dan peningkatan. Jonter menegaskan bahwa temuan di lapangan akan segera ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang terukur.
Data Infrastruktur Terminal Betan Subing
Berikut adalah data kondisi infrastruktur Terminal Betan Subing berdasarkan hasil monitoring sementara:
| Komponen | Kondisi | Keterangan |
|---|---|---|
| Bangunan utama | Baik | Perlu pengecatan ulang |
| Ruang tunggu | Cukup | Kursi sebagian rusak |
| Toilet | Kurang | Pipa bocor, perlu perbaikan |
| Area parkir | Baik | Marka jalan perlu diperbarui |
| Sistem drainase | Cukup | Ada sumbatan ringan |
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Upaya monitoring dan evaluasi ini memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan transportasi darat di Lampung. Dengan terpeliharanya infrastruktur terminal, masyarakat pengguna angkutan umum akan mendapatkan layanan yang lebih aman, nyaman, dan andal. Terminal yang terawat juga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi massal, mengurangi kemacetan dan polusi di jalan raya.
Selain itu, perbaikan fasilitas seperti toilet dan ruang tunggu akan meningkatkan kenyamanan penumpang, terutama bagi wanita, lansia, dan penyandang disabilitas. BPTD juga berencana mengintegrasikan hasil evaluasi dengan program pengembangan terminal berbasis teknologi, seperti pemasangan CCTV dan sistem informasi digital.
Kronologi Kegiatan
Berikut kronologi pelaksanaan monitoring dan evaluasi di Terminal Betan Subing:
- Pukul 09.00 WIB: Tim BPTD tiba di lokasi dan melakukan koordinasi dengan pengelola terminal.
- Pukul 09.30 WIB: Inspeksi dimulai dari area parkir, dilanjutkan ke bangunan utama.
- Pukul 11.00 WIB: Pemeriksaan fasilitas penumpang dan fasilitas pendukung.
- Pukul 12.30 WIB: Istirahat dan diskusi internal tim.
- Pukul 13.30 WIB: Kunjungan ke area operasional dan pengumpulan data tambahan.
- Pukul 15.00 WIB: Rapat penutup dengan pengelola terminal untuk menyampaikan temuan awal.
Komitmen BPTD untuk Standar Pelayanan
Jonter Sitohang menegaskan bahwa BPTD berkomitmen untuk terus menjaga standar pelayanan di seluruh terminal di Lampung. “Kami tidak akan berhenti pada monitoring saja. Hasil evaluasi akan menjadi acuan untuk perbaikan berkelanjutan. Masyarakat berhak mendapatkan fasilitas transportasi yang layak,” ujarnya.
Ke depan, BPTD juga akan melibatkan pihak ketiga dalam proses audit infrastruktur secara berkala. Selain itu, partisipasi masyarakat melalui mekanisme pengaduan akan dioptimalkan agar setiap keluhan dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Monitoring dan evaluasi di Terminal Betan Subing menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah serius dalam meningkatkan kualitas transportasi darat. Dengan infrastruktur yang terawat, terminal tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik-turun penumpang, tetapi juga sebagai simpul mobilitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lampung. Langkah kecil seperti mengecat ulang dinding atau memperbaiki pipa bocor mungkin tampak sepele, namun dampaknya bagi kenyamanan dan keselamatan publik sangatlah besar. BPTD Lampung telah menunjukkan bahwa perhatian terhadap detail adalah kunci pelayanan prima.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










