Buleleng Perkuat Ketahanan Pangan: Benih Unggul, Irigasi, dan Pupuk Organik Jadi Kunci

Buleleng Perkuat Ketahanan Pangan: Benih Unggul, Irigasi, dan Pupuk Organik Jadi Kunci

Suara Pecari, Singaraja – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah. Berbagai program mulai dari perbaikan infrastruktur irigasi, penyediaan benih unggul, hingga penyaluran subsidi pupuk terus dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesejahteraan petani. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan pembangunan sektor pertanian dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga memastikan petani memperoleh dukungan sarana produksi yang memadai agar mampu menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Buleleng.

Irigasi: Fondasi Produksi Pertanian

Salah satu langkah prioritas yang telah dilakukan adalah perbaikan jaringan irigasi usaha tani. Jaringan irigasi yang baik menjadi penopang utama aktivitas pertanian, terutama di musim kemarau. Pemerintah Kabupaten Buleleng telah mengalokasikan anggaran khusus untuk merehabilitasi saluran irigasi tersier di beberapa kecamatan sentra padi. Data Dinas Pertanian Buleleng menunjukkan bahwa panjang saluran irigasi yang diperbaiki pada tahun 2026 mencapai 45 kilometer, mencakup area persawahan seluas 1.200 hektare.

KecamatanPanjang Saluran (km)Area Terairi (ha)
Sawan12350
Kubutambahan10280
Buleleng8220
Banjar15350

Perbaikan irigasi ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan air, tetapi juga mengurangi konflik antar petani terkait pembagian air. Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Gede Komang Muliarta, menyatakan bahwa irigasi yang baik dapat meningkatkan indeks pertanaman dari 2 kali menjadi 3 kali setahun. “Dengan irigasi yang lancar, petani bisa menanam padi lebih sering, sehingga produksi beras meningkat,” ujarnya.

Benih Unggul dan Subsidi Pupuk

Selain irigasi, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pertanian juga menyiapkan benih dan bibit unggul yang akan didistribusikan kepada seluruh subak. Program ini dilengkapi dengan pemberian subsidi pupuk sebagai bentuk dukungan kepada para petani. “Melalui Dinas Pertanian kami mulai dari hulunya. Perbaikan irigasi usaha tani sudah dilakukan, kemudian yang paling penting adalah menyediakan benih dan bibit. Di integrated farming yang kami miliki juga sudah disiapkan bibit-bibit untuk nanti disebarkan kepada seluruh subak, selain juga ada subsidi pupuk,” ujar I Nyoman Sutjidra pada Rabu, 8 Juli 2026.

Pemerintah daerah menyediakan benih padi varietas unggul seperti Inpari 32 dan Ciherang yang tahan terhadap hama dan perubahan iklim. Selain itu, bibit jagung dan sayuran juga didistribusikan untuk diversifikasi pangan. Subsidi pupuk diberikan dalam bentuk pupuk Urea dan NPK yang disalurkan melalui kios resmi. Setiap subak mendapat jatah pupuk bersubsidi berdasarkan luas lahan dan rekomendasi Dinas Pertanian.

Dorong Pupuk Organik untuk Keberlanjutan

Selain memastikan ketersediaan benih dan pupuk, pemerintah daerah juga mendorong petani untuk menerapkan pola pemupukan yang lebih berimbang. Penggunaan pupuk kimia bersubsidi diharapkan tidak menjadi satu-satunya pilihan, melainkan dipadukan dengan pupuk organik agar kualitas lahan pertanian tetap terjaga. “Saya berharap selain pupuk subsidi, pupuk kimia juga harus dikombinasikan dengan pupuk organik. Dengan begitu keberlangsungan lahan-lahan pertanian yang kita miliki tetap terjaga,” katanya.

Pendekatan ini dinilai penting untuk mendukung produktivitas pertanian dalam jangka panjang. Penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan retensi air, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal. Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyediakan pelatihan pembuatan pupuk organik bagi petani dan kelompok tani. Selain itu, pemerintah juga mendistribusikan alat pengolah kompos ke setiap desa.

Dampak dan Implikasi bagi Petani dan Masyarakat

Program ketahanan pangan yang digulirkan Pemkab Buleleng diharapkan memberikan dampak positif bagi petani dan masyarakat luas. Berikut beberapa dampak yang diantisipasi:

  • Peningkatan Produksi: Dengan irigasi yang lebih baik dan benih unggul, produksi padi diperkirakan naik 15-20% dalam satu tahun.
  • Penghematan Biaya: Subsidi pupuk dan penyediaan benih gratis mengurangi beban biaya produksi petani.
  • Kelestarian Lingkungan: Kombinasi pupuk organik dan kimia menjaga kesuburan tanah jangka panjang.
  • Ketahanan Pangan Daerah: Produksi beras yang meningkat memperkuat cadangan pangan Buleleng dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Namun, tantangan tetap ada. Perubahan iklim yang tidak menentu, serangan hama, dan fluktuasi harga pupuk di pasar global masih menjadi ancaman. Oleh karena itu, pemerintah juga menggalakkan program asuransi pertanian dan kemitraan dengan perusahaan swasta untuk pemasaran hasil panen.

Penutup

Pemerintah Kabupaten Buleleng meyakini keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh keberlanjutan pengelolaan sumber daya pertanian. Melalui dukungan infrastruktur, penyediaan benih unggul, subsidi pupuk, serta penerapan pertanian yang ramah lingkungan, sektor pertanian diharapkan semakin tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Buleleng. Dengan sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan, masa depan pertanian Buleleng tampak lebih cerah dan berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *