Wali Kota Bengkulu Serahkan Santunan Kemensos untuk Keluarga Korban Kebakaran
Kronologi Kebakaran di Jalan RE Martadinata
Suara Pecari, Pada 6 Februari 2026, sebuah kebakaran hebat melanda rumah di Jalan RE Martadinata Nomor 06, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik dengan cepat membesar dan melalap rumah milik pasangan suami istri Hendra Suprianto dan Siska Dewi Yanti. Keduanya meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan tetangga. Proses pemadaman dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi, namun keterlambatan akses jalan yang sempit menjadi kendala. Kebakaran ini menyisakan puing-puing dan kenangan pahit bagi warga sekitar yang turut menyaksikan tragedi tersebut.
Penyerahan Santunan oleh Wali Kota
Pada Jumat, 10 Juli 2026, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi secara langsung menyerahkan santunan dari Kementerian Sosial RI kepada ahli waris korban. Santunan sebesar Rp30 juta tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan. Dalam sambutannya, Dedy menyatakan, “Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada keluarga korban. Semoga bantuan ini dapat membantu keluarga yang ditinggalkan dan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.” Penyerahan dilakukan di rumah duka yang masih diselimuti suasana berkabung. Kehadiran Wali Kota disambut haru oleh keluarga korban yang mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
Rincian Bantuan yang Diberikan
| Jenis Bantuan | Nominal | Sumber |
|---|---|---|
| Santunan Kematian | Rp30.000.000 | Kementerian Sosial RI |
| Bantuan Logistik | Paket sembako | Pemerintah Kota Bengkulu |
| Dukungan Psikososial | Pendampingan | Dinas Sosial Kota Bengkulu |
Selain santunan tunai, pemerintah juga memberikan bantuan logistik berupa paket sembilan bahan pokok (sembako) dan dukungan psikososial bagi keluarga yang berduka. Dinas Sosial Kota Bengkulu akan terus memantau kondisi keluarga korban dan memberikan pendampingan jika diperlukan.
Dampak dan Implikasi Kebakaran
Peristiwa kebakaran ini tidak hanya menyebabkan kehilangan nyawa, tetapi juga meninggalkan trauma bagi keluarga dan warga sekitar. Rumah yang terbakar habis tidak menyisakan barang berharga, sehingga keluarga korban harus memulai dari nol. Kebakaran juga mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya korsleting listrik, terutama di pemukiman padat penduduk dengan instalasi listrik yang sudah tua. Pemerintah Kota Bengkulu berencana mengadakan sosialisasi keselamatan kebakaran dan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala di daerah rawan.
Respons Pemerintah dan Langkah Selanjutnya
Wali Kota Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah. “Kehadiran pemerintah bukan hanya dalam pembangunan, tetapi juga dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya. Pemerintah Kota Bengkulu bersama Kementerian Sosial akan mempercepat proses penyaluran bantuan bagi korban bencana lainnya. Selain itu, akan dibentuk posko pengaduan bagi warga yang membutuhkan bantuan sosial. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak bencana dan mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.
Penyerahan santunan ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk warganya. Di tengah duka yang mendalam, keluarga korban setidaknya mendapatkan sedikit kelegaan dengan adanya bantuan finansial. Semoga peristiwa serupa tidak terulang, dan pemerintah terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di Kota Bengkulu.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










