Atap Sekolah Ambruk, Murid SDN di Grobogan Belajar Bergantian di Kelas dan Musala

Atap Sekolah Ambruk, Murid SDN di Grobogan Belajar Bergantian di Kelas dan Musala

Kronologi Ambruknya Atap Sekolah

Suara Pecari, Kejadian pertama terjadi pada Januari 2026, ketika atap ruang guru dan kepala sekolah SD Negeri Tanggirejo ambruk. Beruntung, peristiwa itu terjadi pada malam hari sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Kepala sekolah Juwariyah menduga penyebabnya adalah bangunan yang sudah lapuk dimakan rayap. Kemudian pada April 2026, giliran atap ruang kelas 6 yang ambrol. Dua kejadian ini memaksa pihak sekolah mengambil langkah drastis demi keselamatan siswa.

Dampak pada Proses Belajar Mengajar

Akibat dua ruangan yang ambruk, sekolah terpaksa mengosongkan ruang kelas 4 dan 5 karena khawatir akan ambruk juga. Juwariyah menegaskan, “Saya tidak mau berurusan dengan nyawa.” Kini, siswa kelas 1 dan 2 belajar bergantian dalam satu ruangan: kelas 1 dari pukul 07.00 hingga 09.15 WIB, kemudian dilanjutkan kelas 2 hingga siang. Satu ruangan lainnya disekat dengan triplek untuk kelas 3 dan 4, sementara kelas 5 belajar di musala. Kelas 6 mendapat prioritas ruangan sendiri karena akan menghadapi ujian akhir. Ruang guru dan kepala sekolah dipindahkan ke perpustakaan.

Jadwal Belajar Bergantian

KelasLokasi BelajarWaktu Belajar
Kelas 1Ruang bersama kelas 207.00 – 09.15 WIB
Kelas 2Ruang bersama kelas 109.15 – selesai
Kelas 3Ruang disekat (timur)Normal
Kelas 4Ruang disekat (barat)Normal
Kelas 5MusalaNormal
Kelas 6Ruang kelas sendiriNormal

Upaya Pihak Sekolah dan Harapan Perbaikan

Meski dalam kondisi serba terbatas, SD Negeri Tanggirejo masih diminati masyarakat. Tahun ini, sekolah menerima 24 siswa baru. Juwariyah telah mengajukan permohonan perbaikan ke dinas terkait. “Katanya ada dari revit pusat, tapi masih menunggu. Selain itu, kemarin diminta dan hari ini sudah mengumpulkan proposal sama foto-foto juga, insyaallah segera secepatnya (ada perbaikan),” ujarnya. Ia berharap perbaikan segera dilakukan agar siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman.

Implikasi Lebih Luas: Infrastruktur Sekolah di Indonesia

Kasus ini mencerminkan masalah kronis infrastruktur pendidikan di Indonesia, terutama di daerah. Banyak sekolah negeri yang bangunannya sudah tua dan tidak terawat. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menunjukkan bahwa ribuan ruang kelas di seluruh Indonesia dalam kondisi rusak berat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga mengancam keselamatan siswa. Perlu ada perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah untuk mengalokasikan anggaran perbaikan secara cepat dan tepat.

Daftar Masalah Infrastruktur yang Sering Terjadi

  • Atap ambruk akibat lapuk dan rayap
  • Dinding retak dan pondasi lemah
  • Instalasi listrik tidak standar
  • Sanitasi buruk dan kekurangan air bersih
  • Fasilitas belajar seperti meja dan kursi rusak

Peristiwa di Grobogan ini diharapkan menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera bertindak. Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa, dan tidak seharusnya anak-anak belajar dalam kondisi yang membahayakan jiwa. Dengan perbaikan yang cepat, diharapkan siswa SD Negeri Tanggirejo dapat kembali belajar dengan tenang dan optimal.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *