Sekretaris OC Muktamar Penentuan 9 AHWA Dilaksanakan Minggu Pagi

Sekretaris OC Muktamar Penentuan 9 AHWA Dilaksanakan Minggu Pagi

Suara Pecari, Jombang – Proses penentuan sembilan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dijadwalkan berlangsung pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Tahap ini merupakan bagian dari mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang telah disepakati dalam Sidang Pleno III.

Proses dan Mekanisme Pemilihan AHWA

Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof. Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa langkah selanjutnya setelah pleno adalah pembahasan teknis terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Pada Minggu pagi, peserta muktamar akan melaksanakan tabulasi suara untuk menentukan sembilan AHWA berdasarkan suara terbanyak yang berasal dari seluruh Pengurus Cabang NU (PCNU) dan Pengurus Wilayah NU (PWNU).

Hasil tabulasi ini akan menjadi dasar musyawarah untuk menetapkan atau menunjuk Rais Aam, yang merupakan posisi penting dalam struktur kepengurusan NU. Rais Aam harus dipilih terlebih dahulu sebelum pemilihan Ketua Umum berlangsung, karena calon ketua umum harus mendapat persetujuan tertulis dari Rais Aam.

Signifikansi Penentuan AHWA

Penentuan AHWA merupakan tahap krusial dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU. AHWA berperan sebagai dewan yang memiliki kewenangan untuk memilih Ketua Umum berdasarkan mekanisme yang telah disepakati. Dengan ditetapkannya sembilan AHWA, pelaksanaan pemilihan Ketua Umum dapat berjalan sesuai dengan prinsip musyawarah dan mufakat yang melekat dalam organisasi NU.

Jadwal dan Harapan Pelaksanaan

Menurut Prof. Mohammad Nuh, semua proses teknis diharapkan selesai pada hari Minggu, sehingga pemilihan Ketua Umum dapat dilaksanakan segera setelah itu. Proses ini dilaksanakan di Ponpes Bahrul Ulum dengan harapan memberikan hasil yang transparan dan akuntabel sesuai dengan nilai-nilai organisasi.

“Insya Allah, Minggu besok semuanya sudah bisa kita selesaikan,” ujar Prof. Mohammad Nuh, menegaskan kesiapan panitia dan peserta dalam menyukseskan tahapan penting ini.

Konsep AHWA dalam Organisasi NU

Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) adalah mekanisme yang telah lama digunakan dalam organisasi NU sebagai forum untuk memilih pimpinan tertinggi. Sistem ini bertujuan menjaga kelangsungan kepemimpinan yang demokratis dan berdasarkan musyawarah bersama, sesuai dengan tradisi dan nilai keagamaan NU.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *