25 Hari Bawa Garibaldi, Cerita Kolonel Fuad Komandani Kapal Induk Pertama RI

25 Hari Bawa Garibaldi, Cerita Kolonel Fuad Komandani Kapal Induk Pertama RI

Suara Pecari, Jakarta – Perjalanan selama 25 hari dari Taranto, Italia, membawa kapal induk pertama Indonesia, ITS Giuseppe Garibaldi, yang nantinya akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya. Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan dipercaya sebagai calon komandan kapal yang memimpin pelayaran bersejarah tersebut bersama kru gabungan dari TNI AL dan Angkatan Laut Italia.

Perjalanan dan Persiapan Tiga Bulan

Sebelum memulai pelayaran, Fuad dan kru Indonesia menjalani proses familiarisasi selama tiga bulan. Tahapan ini dimulai dengan pelatihan sekitar satu bulan di Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan familiarisasi selama satu bulan di pangkalan Angkatan Laut Italia di Taranto. Setelah itu, mereka berlayar bersama selama 25 hari menuju Indonesia dengan konsep joint crew, yaitu gabungan kru dari Indonesia dan Italia yang menjalankan tugas sesuai keahlian masing-masing.

Tantangan Komunikasi dan Adaptasi Kru

Salah satu kendala yang dihadapi selama pelayaran adalah perbedaan bahasa antara kru Indonesia dan Italia. Teknologi seperti Google Translate digunakan untuk membantu komunikasi. Kreativitas dan kemampuan adaptasi prajurit Indonesia menjadi kunci keberhasilan menjalin komunikasi yang baik, hingga mereka dapat bekerja bersama layaknya sebuah keluarga. Meski demikian, kedua pihak tetap menghormati aturan dan tradisi masing-masing angkatan laut.

Rute Strategis dan Pengawalan Kapal

Pelayaran melewati wilayah strategis dan rawan keamanan maritim seperti Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, dan Teluk Aden. Di kawasan tersebut, Giuseppe Garibaldi dikawal oleh kapal fregat Italia ITS Carlo Bergamini sebagai bagian dari operasi EUNAVFOR ASPIDES, yang bertugas mengawal kapal-kapal niaga negara-negara Eropa. Selain itu, kapal induk juga melakukan sailing pass sebanyak tiga kali dengan kapal perang Italia di Laut Mediterania dan perairan lainnya.

Keandalan Kapal dan Persiapan Operasional

Selama pelayaran, tidak ada kendala mesin yang dialami. Fuad menyebut Giuseppe Garibaldi sebagai kapal yang klasik dan unik dengan tampilan yang cantik. Kru Indonesia terus beradaptasi dengan peralatan baru di kapal agar siap mengoperasikan kapal induk ini. Setelah resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya, kru akan melanjutkan latihan dan siap menjalankan berbagai misi, termasuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Makna Pribadi dan Milestone Sejarah

Bagi Kolonel Fuad Hasan, pengalaman membawa kapal induk pertama Indonesia merupakan sebuah kehormatan besar dan milestone sejarah yang luar biasa. Ia tidak pernah membayangkan saat awal kariernya sebagai Letnan Dua bahwa suatu hari akan memimpin kapal induk. Kini, dengan kepercayaan menjadi calon komandan KRI Sriwijaya, Fuad berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan dan kesuksesan misi yang diberikan oleh Angkatan Laut Indonesia.

Dengan kesiapan yang matang dan pengalaman pelayaran bersama kru Italia, kapal induk pertama Indonesia ini siap menjadi simbol kekuatan dan kebanggaan TNI Angkatan Laut sekaligus mendukung berbagai operasi kemanusiaan dan pertahanan negara ke depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *