KPK Sita Mobil AION Hyptec HT-BMW iX dari Adik Eks Kepala BNPB
Suara Pecari, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita empat unit mobil mewah dari tersangka kasus korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penyekapan kendaraan tersebut melibatkan mobil GAC AION Hyptec HT, BMW iX, BYD Atto 3 Superior, dan BMW G70 yang berasal dari tersangka terkait dugaan korupsi Dana Siap Pakai (DSP) Kebencanaan.
Fakta Utama Penyitaan Mobil
Penyitaan dilakukan pada Jumat, 23 Oktober 2026, saat penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah Bima Setiawan, tenaga ahli sekaligus adik kandung mantan Kepala BNPB Suharyanto, yang berlokasi di wilayah Jakarta. Tiga mobil disita dari Bima Setiawan, yaitu:
- GAC AION Hyptec HT berwarna hitam
- BMW iX berwarna putih
- BYD Atto 3 Superior berwarna hitam
Selain itu, satu mobil BMW G70 berwarna abu-abu turut disita dari Richard Erlangga, tenaga ahli BNPB yang juga tersangka dalam perkara ini. Dengan demikian, total kendaraan yang disita KPK dalam perkara ini adalah empat unit.
Konteks dan Perkembangan Kasus
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 13 Oktober 2026 di lingkungan BNPB. Operasi tersebut mengungkap dugaan korupsi yang terjadi dalam pengadaan barang dan jasa di BNPB, khususnya terkait penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) yang merupakan dana cadangan pemerintah untuk penanggulangan bencana.
KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, antara lain:
- Bima Setiawan, tenaga ahli sekaligus adik mantan Kepala BNPB Suharyanto
- Gabriel Purwaka Sigit, Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB dan pejabat pembuat komitmen
- Richard Erlangga, tenaga ahli BNPB
- Dua pihak swasta, Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian
Modus Dugaan Korupsi
Penyidik menduga terdapat dua modus korupsi yang melibatkan dua tenaga ahli Kepala BNPB, yang berkaitan langsung dengan pengelolaan Dana Siap Pakai. Modus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap keseluruhan jaringan dan mekanisme korupsi yang terjadi.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Penyitaan kendaraan mewah ini menjadi bagian dari upaya KPK untuk mengungkap dan mengamankan barang bukti dalam perkara dugaan korupsi di BNPB. Seluruh temuan dan barang bukti yang berhasil diamankan akan dianalisis secara mendalam untuk memperkuat proses penegakan hukum.
KPK menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi di lembaga pemerintah, khususnya yang berdampak pada pengelolaan dana publik untuk penanggulangan bencana, agar program tersebut dapat berjalan transparan dan akuntabel demi kepentingan masyarakat luas.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










