Kali Bekasi Menghitam dan Berbau, Warga Harap Cepat Ditangani
Suara Pecari, Bekasi – Kali Bekasi kembali tampak menghitam dan mengeluarkan bau menyengat pada 23 Oktober 2026. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tapi juga berdampak pada pelayanan air bersih di Kota Bekasi.
Kualitas Air Menurun dan Dampaknya pada Pelayanan Air Bersih
Penurunan kualitas air baku di Kali Bekasi menyebabkan gangguan pada proses produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teluk Buyung milik Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi. Akibatnya, distribusi air bersih ke beberapa wilayah seperti Kecamatan Bekasi Utara, Bekasi Barat, Medan Satria, dan sebagian Pondok Gede, terutama Jatibening, tidak maksimal.
Perumda Tirta Patriot mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air sebagai persediaan harian dan menyediakan layanan bantuan air bersih melalui mobil tangki yang dapat diakses lewat WhatsApp Center di nomor 0878-7516-3845.
Indikasi Pencemaran Serius di Kali Bekasi
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi telah melakukan pemantauan dan menemukan pencemaran serius di sepanjang aliran Kali Cileungsi hingga Kali Bekasi. Pengujian laboratorium menunjukkan beberapa parameter kualitas air melampaui baku mutu lingkungan, termasuk total suspended solids (TSS), biochemical oxygen demand (BOD), dissolved oxygen (DO), serta kandungan nikel, seng, tembaga terlarut, dan fecal coliform.
Kondisi di lapangan memperlihatkan air berwarna hitam pekat dan berbau menyengat, khususnya di sekitar Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Kategori Pencemaran Berat dan Koordinasi Penanganan
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Bekasi, Wulan Agustina, menyatakan bahwa pencemaran Kali Bekasi masuk kategori berat. Aliran air tercemar bergerak dari Kabupaten Bogor menuju kawasan di Kota Bekasi, menunjukkan pencemaran lintas batas administrasi.
Penanganan masalah ini memerlukan koordinasi antara Pemerintah Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan instansi terkait. DLH Kota Bekasi telah mengirim surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, DLH Provinsi Jawa Barat, dan DLH Kabupaten Bogor untuk mendorong koordinasi dan tindakan penanganan.
Dampak bagi Warga dan Harapan Penanganan Cepat
Kondisi Kali Bekasi yang menghitam dan berbau menyengat telah mengganggu kenyamanan warga dan mempengaruhi ketersediaan air bersih. Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi pencemaran ini agar kualitas lingkungan dan pelayanan publik dapat segera pulih.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










