PT PWI 6 Rangkasbitung Tutup, 1.100 Karyawan Alami PHK Bertahap

Suara Pecari, Lebak – PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 Rangkasbitung resmi menutup pabriknya yang berlokasi di Kabupaten Lebak, Banten. Penutupan ini menyebabkan sekitar 1.100 karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap.

Penutupan Pabrik dan Dampaknya

<pPenutupan pabrik PT PWI 6 dilakukan karena masa sewa bangunan yang digunakan sebagai lokasi produksi telah berakhir. Pabrik yang memproduksi alas kaki asal Korea Selatan ini resmi ditutup pada 23 Oktober 2026. Seorang mantan karyawan, Tika, menyatakan bahwa dirinya merupakan salah satu dari yang terkena PHK pada gelombang terakhir.

Baca juga:

Proses PHK Bertahap

Berdasarkan konfirmasi dari Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak, Rully Charurliyanto, PHK dilakukan secara bertahap mulai akhir tahun 2025 hingga September 2026. Selama periode tersebut, sekitar 800 hingga 900 karyawan telah dirumahkan. Gelombang terakhir PHK dilaksanakan bersamaan dengan penutupan pabrik.

Penanganan Hak Karyawan

Menurut Rully, perusahaan telah menyelesaikan hak-hak karyawan yang terkena PHK. Hal ini menunjukkan upaya perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada para pekerja meskipun harus melakukan pemutusan hubungan kerja secara masal.

Konteks dan Implikasi

Penutupan pabrik PT PWI 6 Rangkasbitung merupakan bagian dari pemindahan lokasi produksi ke daerah lain. Keputusan ini berdampak signifikan bagi tenaga kerja lokal yang sebagian besar bergantung pada perusahaan tersebut sebagai sumber penghasilan. PHK masal ini tentu menjadi tantangan ekonomi sosial di Kabupaten Lebak, terutama bagi para pekerja yang terdampak.

Baca juga:

Upaya penyelesaian hak karyawan menjadi aspek penting untuk meminimalisir dampak negatif dari penutupan ini. Selain itu, pemerintah daerah dan Disnaker perlu mengawal proses transisi bagi tenaga kerja agar mendapatkan perlindungan dan kesempatan kerja baru.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *