4 Ton Garam Ditebar di Langit, Begini Cara Hujan Buatan BMKG Usir Polusi Jakarta

Suara Pecari, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menebar 4 ton garam ke langit Jakarta dan sekitarnya. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan hujan buatan yang dapat membantu mengurangi tingkat polusi udara yang kerap mengganggu kualitas udara ibu kota.

Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mengatasi Polusi

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung sejak 21 hingga 25 Oktober 2026 ini melibatkan empat sorti penerbangan intensif dengan pesawat Cessna Caravan C208B yang beroperasi di ketinggian sekitar 10.000 hingga 11.000 kaki. Garam yang ditebar bertujuan untuk memicu pembentukan hujan dari awan potensial sehingga polutan di udara dapat terbawa turun bersama air hujan.

Baca juga:

Strategi dan Pelaksanaan Penyemaian Awan

  • Penerbangan pertama menargetkan kawasan Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor.
  • Penerbangan kedua fokus mengguyur wilayah Bogor secara intensif.

Posko komando operasi berada di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan. BMKG menggunakan data citra radar dan laporan visual untuk memantau keberhasilan hujan buatan yang terjadi terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Faktor Pendukung Keberhasilan Hujan Buatan

Menurut Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, keberhasilan penyemaian awan sangat tergantung pada kondisi atmosfer yang lembap dan adanya massa udara konvektif. Faktor alam tersebut menjadi kunci agar potensi hujan dapat dimaksimalkan di wilayah Jabodetabek.

Efektivitas dan Batasan Hujan Buatan dalam Mengurangi Polusi

Walaupun hujan buatan dapat membantu menurunkan kadar polutan di udara, BMKG menegaskan bahwa efektivitasnya bergantung pada intensitas hujan dan karakteristik polutan itu sendiri. Hujan buatan hanya merupakan solusi mitigasi darurat yang bersifat sementara untuk melegakan kualitas udara warga.

Untuk solusi jangka panjang, pengendalian emisi gas buang dan pembatasan sumber polusi harus menjadi prioritas agar kualitas udara di Jakarta dapat pulih secara berkelanjutan.

Baca juga:

Sinergi Antara BMKG dan Pemerintah Daerah

Operasi modifikasi cuaca ini merupakan hasil kolaborasi teknis antara BMKG dan BPBD DKI Jakarta. Upaya ini diharapkan dapat menjadi langkah cepat untuk menurunkan polusi selama periode tertentu, terutama pada musim kemarau atau saat kualitas udara memburuk.

Meski demikian, masyarakat dan pemangku kebijakan tetap diingatkan bahwa pengendalian polusi secara menyeluruh memerlukan komitmen jangka panjang dari berbagai pihak.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *