Dengarkan Masukan Pelanggan, KAI Batalkan Rencana Ubah Nama Kereta

Dengarkan Masukan Pelanggan, KAI Batalkan Rencana Ubah Nama Kereta

Suara Pecari – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memutuskan untuk membatalkan rencana perubahan nama sejumlah kereta api jarak jauh yang sebelumnya direncanakan dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Keputusan ini diambil setelah KAI menerima beragam masukan dari pelanggan, komunitas perkeretaapian, serta media.

Rencana Perubahan Nama Kereta

KAI sebelumnya berencana untuk menyederhanakan penamaan layanan kereta dengan menggabungkan beberapa nama kereta api jarak jauh. Contohnya, KA Sembrani dan KA Argo Anjasmoro yang melayani rute Gambir-Surabaya Pasar Turi, sempat akan diubah menjadi KA Anggrek. Sementara itu, KA Gumarang dan KA Kertajaya direncanakan dilebur menjadi KA Dharmawangsa. Perubahan nama ini bahkan sempat terlihat pada aplikasi pemesanan tiket Access by KAI untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026.

Baca juga:

Alasan Pembatalan dan Respon KAI

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menjelaskan bahwa tujuan awal perubahan nama adalah untuk menyederhanakan dan menghindari penambahan nama kereta baru seiring dengan penambahan layanan. Namun, setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, termasuk pelanggan dan komunitas perkeretaapian, KAI memutuskan untuk mengembalikan nama-nama kereta ke nama semula.

“Tidak ada niat untuk mengurangi pelayanan. Namun, dengan berbagai masukan dari pelanggan dan komunitas, nama-nama tersebut akhirnya dikembalikan agar perjalanan bersama pelanggan lebih nyaman,” ujar Anne dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, pada 31 Oktober 2026.

Perbaikan Fasilitas Sesuai Masukan Pelanggan

Selain soal nama kereta, KAI juga merespons masukan pelanggan terkait fasilitas toilet di dalam kereta. Berdasarkan survei Customer Satisfaction Index, terdapat peningkatan jumlah penumpang perempuan yang menggunakan layanan kereta api. Hal ini mendorong KAI untuk menambah fasilitas toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Anne menyampaikan bahwa kereta baru yang dipesan melalui PT Industri Kereta Api (INKA) sudah mengimplementasikan pemisahan toilet tersebut. “Untuk kereta baru yang saat ini dipesan ke INKA, fasilitas toilet terpisah antara perempuan dan laki-laki sudah diterapkan,” tambahnya.

Baca juga:

Konteks dan Dampak

Keputusan KAI untuk membatalkan perubahan nama menegaskan pentingnya mendengarkan dan merespons kebutuhan serta preferensi pelanggan. Langkah ini juga mendukung upaya menjaga kenyamanan dan kepuasan penumpang kereta api jarak jauh. Penyesuaian fasilitas sesuai dengan data pengguna juga menunjukkan komitmen KAI dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *