Polemik Limbah Bakso Dibuang ke Got di Semarang Berakhir Damai, Pemilik Warung Janji Pasang Filter

Polemik Limbah Bakso Dibuang ke Got di Semarang Berakhir Damai, Pemilik Warung Janji Pasang Filter

Suara Pecari, Semarang – Polemik mengenai pembuangan limbah bakso ke saluran got di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, telah mencapai penyelesaian damai setelah difasilitasi mediasi oleh pihak kepolisian. Perselisihan ini muncul akibat aktivitas pembuangan kuah bakso oleh warung bakso ke saluran got yang menyebabkan bau tidak sedap dan ketidaknyamanan bagi warga sekitar.

Fakta Utama Polemik Limbah Bakso

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat karyawan warung bakso membuang limbah kuah bakso ke saluran got di depan rumah warga. Tindakan ini memicu keberatan dari pemilik rumah dan warga sekitar karena limbah tersebut menimbulkan bau busuk dan dampak lingkungan tidak sehat.

Baca juga:

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Sugito, membenarkan adanya masalah tersebut dan menuturkan bahwa mediasi langsung telah dilakukan oleh Kapolsek Banyumanik bersama perangkat kelurahan, RT, dan perwakilan warga yang terdampak. Mediasi tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan penting untuk mengatasi permasalahan limbah bakso tersebut.

Janji dan Langkah Penyelesaian

Pemilik warung bakso berkomitmen untuk tidak lagi membuang limbah kuah bakso ke saluran got warga. Sebagai gantinya, limbah akan dialirkan ke sistem sanitasi pembuangan limbah yang berada di lahan pribadi pemilik warung. Selain itu, akan dipasang obat penghilang bau untuk mengurangi dampak bau yang mengganggu.

Kompol Sugito juga mengimbau agar pengurus RW dan RT setempat terus melakukan komunikasi dan musyawarah, termasuk membahas masalah lain seperti parkir yang mengganggu mobilitas warga. Pihak kepolisian berencana menyampaikan hasil mediasi kepada Kelurahan Srondol Wetan untuk penanganan saluran air yang diketahui tersumbat.

Kondisi Warga dan Dampak Lingkungan

Rina, salah satu warga yang rumahnya berhadapan langsung dengan saluran got, menyampaikan bahwa bau limbah bakso sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan keluarganya. Ia menjelaskan bahwa aroma tidak sedap tersebut masuk ke dalam rumah dan terasa menyengat, sehingga membuat warga sekitar merasa resah.

Menurut Rina, upaya teguran sudah dilakukan berkali-kali kepada pengelola warung, namun masih terjadi pembuangan limbah yang sama. Mediasi yang dilakukan dinilai sebagai solusi yang diharapkan dapat menghentikan pembuangan limbah sembarangan dan menjaga lingkungan sekitar tetap bersih dan nyaman.

Baca juga:

Peran Mediasi dan Harapan Warga

Mediasi yang melibatkan aparat kepolisian dan perangkat kelurahan menjadi langkah penting dalam menyelesaikan konflik ini secara damai. Kesepakatan yang dibuat tidak hanya mengatur pembuangan limbah, tetapi juga membuka ruang bagi warga dan pengelola warung untuk berdialog terkait masalah lain yang berdampak pada kenyamanan bersama.

Dengan adanya komitmen dari pemilik warung untuk memasang filter dan mengelola limbah secara benar, diharapkan kondisi lingkungan di Kelurahan Srondol Wetan dapat membaik dan tidak menimbulkan gangguan serupa di masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *