Camat Deli Serdang Digunakan Warga, Kini Dapat Promosi Jabatan Baru Usai Dinonaktifkan
Suara Pecari | Camat Deli Serdang digeruduk ratusan warga kini dapat promosi jabatan baru usai sempat dinonaktifkan [titlebase] menjadi sorotan utama setelah insiden yang mengguncang Kabupaten Deli Serdang pada awal Juni 2026.
Insiden tersebut terjadi ketika warga di Kecamatan Bangun Purba menggelar aksi protes yang berujung pada benturan fisik dengan Boby Arianto, pejabat camat yang saat itu menjabat di wilayah tersebut. Demonstrasi dipicu oleh tuduhan ketidaknetralan dalam pelaksanaan Pilkades, yang menurut warga menimbulkan kecurigaan akan intervensi politik.
Setelah peristiwa itu, Bupati dr. Asri Ludin Tambunan mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Boby Arianto dari jabatan Camat Bangun Purba. Keputusan tersebut didasarkan pada peraturan disiplin PNS, khususnya PP No. 94 tahun 2021, yang mengatur sanksi bagi pegawai negeri yang terlibat dalam tindakan melanggar netralitas.
Namun, tidak lama berselang, situasi berubah. Camat Deli Serdang digeruduk ratusan warga kini dapat promosi jabatan baru usai sempat dinonaktifkan [titlebase] ketika Pemerintah Kabupaten menilai hasil pemeriksaan disiplin sebagai pelanggaran ringan. Inspektur Kabupaten, Edwin Nasution, mengonfirmasi bahwa Boby Arianto telah memenuhi semua persyaratan administratif untuk kembali aktif.
Pada tanggal 18 Juni 2026, Boby Arianto dilantik secara resmi sebagai Camat Pantai Labu, menggantikan Turmuzi yang dipromosikan menjadi Kabid Pemuda dan Olahraga di Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga serta Pariwisata. Upacara pelantikan berlangsung di aula lantai II Kantor Bupati Deli Serdang dan dihadiri oleh Wakil Bupati Lom Lom Suwondo serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Pelantikan ini mendapat sorotan khusus dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang menilai bahwa proses rehabilitasi Boby Arianto mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan prinsip keadilan serta memberikan kesempatan kedua bagi aparatur yang telah menunjukkan itikad baik setelah proses disiplin selesai.
Reaksi publik terhadap promosi tersebut beragam. Sebagian warga mengapresiasi keputusan tersebut sebagai bukti bahwa sistem disiplin tetap bersifat proporsional, sementara kelompok lain masih menyuarakan keprihatinan terkait integritas proses politik lokal. Media sosial menampilkan perdebatan hangat, namun mayoritas komentar menyoroti pentingnya stabilitas birokrasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Asri Ludin Tambunan kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai pajak daerah pada kunjungan kerja di Desa Tanjung Selamat. Pernyataannya yang menekankan pentingnya kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk perbaikan infrastruktur menuai kritik, namun kemudian mendapat dukungan dari Gubernur Nasution yang menafsirkan komentar tersebut sebagai upaya edukasi kepada masyarakat.
Secara keseluruhan, rangkaian peristiwa ini menegaskan dinamika politik dan birokrasi di Deli Serdang. Dari insiden yang melibatkan Camat Deli Serdang digeruduk ratusan warga kini dapat promosi jabatan baru usai sempat dinonaktifkan [titlebase] hingga upaya pemerintah daerah menyeimbangkan antara penegakan disiplin dan pemberian kesempatan rehabilitasi, semua mencerminkan tantangan dalam mengelola tata kelola daerah yang responsif dan akuntabel.
Ke depan, fokus utama pemerintahan Kabupaten Deli Serdang diharapkan tetap pada peningkatan layanan publik, penguatan transparansi anggaran, serta penegakan netralitas dalam proses politik lokal, guna memastikan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












