Pemkab Lamongan Revitalisasi 94 Waduk dan Embung, Waduk Gondang Mulai Dikeruk
Suara Pecari | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan mengambil langkah besar dalam pengelolaan sumber daya air dengan menargetkan revitalisasi 94 waduk dan embung sepanjang tahun 2026. Program ambisius ini tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi infrastruktur air yang menurun, tetapi juga menjadi fondasi bagi ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Salah satu proyek unggulan yang menjadi sorotan adalah pengerukan Waduk Gondang yang kini mulai memasuki tahap persiapan.
Latar Belakang Revitalisasi: Mengatasi Sedimentasi dan Kerusakan Infrastruktur
Selama bertahun-tahun, banyak waduk dan embung di Lamongan mengalami penurunan kapasitas akibat sedimentasi dan kerusakan infrastruktur. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU SDA dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Saikhu, mengungkapkan bahwa kondisi ini menyebabkan daya tampung air berkurang signifikan. Akibatnya, pasokan air untuk irigasi pertanian dan kebutuhan domestik menjadi tidak optimal, terutama saat musim kemarau. Revitalisasi ini merupakan respons langsung terhadap ancaman kekeringan yang kerap melanda daerah pertanian di Lamongan.
Rincian Program: 94 Paket Pekerjaan di 17 Kecamatan
Program revitalisasi mencakup berbagai jenis pekerjaan yang tersebar di 17 kecamatan. Berikut adalah rincian paket pekerjaan berdasarkan data dari Dinas PU SDA dan Bina Konstruksi:
| Jenis Pekerjaan | Jumlah Paket |
|---|---|
| Pengerukan Waduk/Rawa | 45 |
| Pembangunan Embung Baru | 20 |
| Rehabilitasi Embung | 27 |
| Peninggian Tanggul | 2 |
Kecamatan yang menjadi lokasi revitalisasi meliputi Karanggeneng, Sekaran, Modo, Tikung, Babat, Solokuro, Sukorame, Sambeng, Brondong, Mantup, Maduran, Karangbinangun, Kedungpring, Sarirejo, Sukodadi, Sugio, dan Bluluk. Setiap lokasi memiliki anggaran yang berbeda, disesuaikan dengan volume pekerjaan dan kondisi lapangan. Pendanaan berasal dari APBD Kabupaten Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta pemerintah pusat.
Fokus Pengerukan: Mengembalikan Kapasitas Tampung Air
Pengerukan menjadi prioritas utama karena sedimentasi telah mengurangi kedalaman efektif waduk dan rawa. Di Waduk Gondang, pengerukan dilakukan menggunakan dredger, yaitu kapal khusus yang dilengkapi peralatan untuk mengeruk endapan di dasar perairan. Saikhu menjelaskan bahwa persiapan pengerukan sudah dimulai dengan pemasangan sarana untuk menjangkau bagian tengah waduk. “Untuk pengerukan Waduk Gondang sudah mulai memasuki tahap persiapan. Pengerukan di Waduk Gondang menggunakan dredger,” katanya pada Rabu, 1 Juli 2026.
Manfaat bagi Pertanian dan Mitigasi Kekeringan
Selain pengerukan, pembangunan dan rehabilitasi embung diarahkan untuk meningkatkan cadangan air, terutama guna memenuhi kebutuhan irigasi pertanian. Hal ini menjadi krusial mengingat sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian Lamongan. Dengan bertambahnya kapasitas tampung air, petani dapat mengandalkan pasokan air yang lebih stabil selama musim kemarau. Sementara itu, peninggian tanggul dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pengairan dan mengurangi risiko luapan air di wilayah rawan banjir.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Perekonomian Daerah
Revitalisasi ini diharapkan membawa dampak positif yang luas:
- Ketahanan Pangan: Pasokan air irigasi yang lebih andal akan meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal maupun regional.
- Mitigasi Bencana: Peninggian tanggul dan normalisasi waduk mengurangi risiko banjir saat musim hujan dan kekeringan saat kemarau.
- Perekonomian: Sektor pertanian yang kuat akan mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
- Lingkungan: Pengelolaan air yang lebih baik juga berkontribusi pada konservasi ekosistem perairan dan lahan basah.
Kronologi dan Tahapan Pelaksanaan
Program revitalisasi direncanakan berlangsung sepanjang tahun 2026. Berikut adalah tahapan umum pelaksanaan:
- Januari-Maret: Persiapan dan lelang paket pekerjaan.
- April-Juni: Mobilisasi alat dan material ke lokasi.
- Juli-September: Pelaksanaan pengerukan, pembangunan, dan rehabilitasi secara intensif.
- Oktober-Desember: Penyelesaian pekerjaan dan evaluasi.
Untuk Waduk Gondang, pengerukan menggunakan dredger diperkirakan memakan waktu beberapa bulan, tergantung volume sedimen dan kondisi cuaca.
Penutup: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Air
Revitalisasi 94 waduk dan embung bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Lamongan. Dengan mengembalikan fungsi optimal infrastruktur sumber daya air, pemerintah daerah tidak hanya menjawab tantangan kekeringan dan banjir, tetapi juga meletakkan dasar bagi pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Masyarakat Lamongan pun dapat berharap pada musim tanam yang lebih produktif dan kehidupan yang lebih sejahtera. Program ini menjadi bukti nyata bahwa perencanaan yang matang dan kolaborasi multi-pihak mampu menghadirkan solusi atas permasalahan klasik yang selama ini menghambat potensi daerah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






![BGN Cilacap Buka-Bukaan Soal Status Asli 114 SPPG yang Disebut Fiktif: Semua Punya ID Resmi Pusat [titlebase]](https://suarapecari.com/wp-content/uploads/2026/06/bgn-cilacap-buka-bukaan-soal-status-asli-114-sppg-yang-disebut-fiktif-semua-punya-id-resmi-pusat-titlebase-80x80.webp)



