Tingkatkan Infrastruktur, Pemkab Jombang Masifkan Perbaikan Jalan dengan Anggaran Rp23,46 Miliar

Tingkatkan Infrastruktur, Pemkab Jombang Masifkan Perbaikan Jalan dengan Anggaran Rp23,46 Miliar

Suara Pecari | Pemerintah Kabupaten Jombang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin jalan sebesar Rp23,46 miliar pada tahun 2026. Hingga akhir triwulan kedua, realisasi anggaran telah mencapai Rp5,83 miliar atau sekitar 24,85 persen dari total pagu. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, mendukung distribusi barang dan jasa, serta memperkuat perekonomian daerah.

Latar Belakang dan Urgensi Perbaikan Jalan

Jalan merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan berbagai wilayah di Kabupaten Jombang. Kondisi jalan yang baik tidak hanya memudahkan akses masyarakat, tetapi juga mendukung sektor pertanian, industri, dan pariwisata. Sayangnya, faktor cuaca, beban kendaraan yang terus meningkat, serta usia jalan menyebabkan kerusakan yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, Pemkab Jombang mengintensifkan program pemeliharaan rutin dengan pendekatan preventif. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, menegaskan bahwa ketersediaan material pemeliharaan menjadi kunci utama agar setiap kerusakan dapat segera ditangani sebelum kondisinya semakin parah. “Kami berupaya memastikan material pemeliharaan selalu tersedia sehingga ketika ditemukan kerusakan, penanganan bisa langsung dilakukan. Cara ini membuat proses perbaikan lebih cepat sekaligus menjaga kondisi jalan tetap mantap sepanjang tahun,” ujarnya pada Selasa, 30 Juni 2026.

Strategi Pemeliharaan dan Ketersediaan Material

Dinas PUPR Kabupaten Jombang telah menyiapkan berbagai jenis material untuk mendukung perbaikan jalan di 74 ruas jalan kabupaten. Material tersebut meliputi:

  • 824 ton aspal coldmix untuk tambalan cepat dan perbaikan lubang.
  • 47 drum aspal emulsi (tack coat) sebagai lapis perekat antara lapisan aspal lama dan baru.
  • 1.983 ton hotmix AC-WC (Asphaltic Concrete – Wearing Course) untuk pelapisan ulang permukaan jalan.
  • 774 meter kubik lapis pondasi agregat (LPA) untuk memperkuat struktur dasar jalan.
  • 1.323 meter kubik lapis pondasi bawah (LPB) sebagai lapisan pendukung di bawah pondasi agregat.
  • Material lapis penetrasi makadam (lapen) untuk perbaikan badan dan bahu jalan di sejumlah titik.

Berikut adalah rincian anggaran dan realisasi hingga triwulan II 2026:

UraianAnggaran (Rp)Realisasi (Rp)Persentase
Pemeliharaan Rutin Jalan23.460.000.0005.830.000.00024,85%

Imam Bustomi menambahkan bahwa penyediaan stok material merupakan bentuk optimalisasi penggunaan anggaran. Dengan ketersediaan material, pekerjaan pemeliharaan dapat dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan di lapangan. “Ketersediaan material memberi keleluasaan bagi petugas untuk bergerak lebih responsif. Tujuan akhirnya adalah menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, mendukung distribusi barang dan jasa, serta mempertahankan kualitas infrastruktur jalan sebagai penopang aktivitas perekonomian daerah,” katanya.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Ekonomi

Perbaikan jalan yang masif ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan. Bagi masyarakat, kondisi jalan yang baik akan mengurangi waktu tempuh, meningkatkan keselamatan berkendara, dan mengurangi biaya operasional kendaraan. Sektor distribusi barang dan jasa juga akan lebih efisien, yang pada gilirannya dapat menekan harga kebutuhan pokok. Selain itu, sektor pariwisata di Jombang, seperti wisata religi dan alam, akan lebih mudah diakses, sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan. Dari sisi pemerintahan, program ini menunjukkan keseriusan Pemkab Jombang dalam mewujudkan visi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Anggaran yang dialokasikan juga mencerminkan prioritas daerah pada sektor infrastruktur dasar.

Kronologi dan Target ke Depan

Program pemeliharaan rutin jalan di Kabupaten Jombang telah dimulai sejak awal tahun 2026. Hingga triwulan II, realisasi anggaran mencapai 24,85 persen, yang berarti masih ada sisa anggaran sebesar Rp17,63 miliar untuk sisa tahun. Dinas PUPR menargetkan seluruh 74 ruas jalan dapat ditangani secara bertahap hingga akhir tahun. Prioritas diberikan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan berat dan menjadi jalur utama mobilitas masyarakat. Ke depan, Pemkab Jombang juga berencana untuk mengintegrasikan program pemeliharaan ini dengan sistem informasi geografis (GIS) untuk memantau kondisi jalan secara real-time.

Penutup

Upaya Pemkab Jombang dalam meningkatkan infrastruktur jalan melalui pemeliharaan rutin yang terencana dan responsif merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Dengan alokasi anggaran yang besar dan persiapan material yang matang, diharapkan kualitas jalan di Kabupaten Jombang semakin mantap, mobilitas masyarakat semakin lancar, dan perekonomian daerah semakin bergairah. Masyarakat pun diimbau untuk turut serta menjaga infrastruktur yang telah diperbaiki dengan tidak membebani jalan melebihi kapasitas dan melaporkan kerusakan yang ditemukan kepada pihak berwenang. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, infrastruktur Jombang akan terus menjadi penopang kemajuan daerah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan