Pangdam Udayana Bekali 745 Siswa SPPI: Kemandirian Ekonomi Desa dan Pesisir Jadi Benteng Bela Negara Modern
Suara Pecari, Tabanan, 6 Juli 2026 – Sebanyak 745 siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tergabung dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mendapatkan pembekalan langsung dari Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Candradimuka, Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan ini mengusung tema “Bela Negara Melalui Kemandirian Ekonomi Rakyat dan Pengamalan Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Garda Terdepan NKRI”.
Pangdam menegaskan bahwa bela negara di era modern tidak hanya diwujudkan melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui penguatan ekonomi rakyat, ketahanan pangan, dan kedaulatan maritim. “Bela negara mencakup upaya nyata kita dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat desa dan kawasan pesisir. Kehadiran KDKMP dan KNMP merupakan implementasi amanat konstitusi untuk memperkuat ekonomi rakyat,” ujar Mayjen TNI Piek Budyakto di hadapan para peserta.
Antusiasme Peserta dan Yel-Yel Kebangsaan
Kedatangan Pangdam disambut meriah dengan yel-yel kebangsaan yang diteriakkan serentak oleh ratusan siswa SPPI. Suasana semakin semarak ketika para peserta mengenakan seragam khas dan mengibarkan bendera Merah Putih kecil. Semangat kebangsaan terpancar jelas, menandakan kesiapan mereka menjadi agen perubahan di daerah masing-masing.
Empat Pilar Kebangsaan sebagai Landasan Pengelolaan Koperasi
Dalam arahannya, Pangdam menjelaskan bahwa pengelolaan koperasi harus berlandaskan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia mengingatkan bahwa ancaman nonmiliter seperti penyalahgunaan media sosial, radikalisme, intoleransi, dan individualisme harus dihadapi dengan ketahanan ideologi yang kuat.
- Pancasila: Sebagai dasar negara dan panduan hidup berbangsa.
- UUD 1945: Landasan konstitusional dalam mengelola koperasi dan ekonomi kerakyatan.
- NKRI: Komitmen menjaga keutuhan wilayah dari ancaman ekonomi dan sosial.
- Bhinneka Tunggal Ika: Semangat persatuan dalam keberagaman di setiap kegiatan koperasi.
Target 100 Persen Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Hingga Mei 2026, pembentukan KDKMP di wilayah Kodam IX/Udayana telah mencapai target 100 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung program strategis nasional. Kodam IX/Udayana juga memberikan pendampingan teknis, pengamanan aset, pengembangan jaringan pemasaran, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda.
| Wilayah | Jumlah KDKMP | Jumlah KNMP | Status |
|---|---|---|---|
| Bali | 57 | 12 | 100% |
| Nusa Tenggara Barat | 78 | 15 | 100% |
| Nusa Tenggara Timur | 112 | 22 | 100% |
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Pembekalan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi di desa dan kawasan pesisir. Dengan adanya koperasi, masyarakat dapat mengelola sumber daya lokal secara kolektif, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperkuat akses pasar. Selain itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan Forkopimda akan mempercepat pembangunan infrastruktur ekonomi pedesaan.
Para siswa SPPI juga dibekali kemampuan menghadapi ancaman nonmiliter. Mereka dilatih untuk menjadi influencer positif di media sosial, menangkal radikalisme, dan memperkuat toleransi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Peran Siswa SPPI sebagai Agen Perubahan
“Saya berharap para siswa SPPI menjadi agen perubahan yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing,” kata Mayjen TNI Piek Budyakto. Para siswa dituntut untuk mengimplementasikan nilai bela negara dalam penguatan ekonomi masyarakat desa dan pesisir, sekaligus mendukung keberhasilan program pembangunan nasional.
Kronologi Kegiatan
- Pukul 08.00 WITA: Peserta mulai berdatangan dan registrasi.
- Pukul 08.30 WITA: Yel-yel kebangsaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
- Pukul 09.00 WITA: Sambutan dan pembekalan oleh Pangdam IX/Udayana.
- Pukul 10.30 WITA: Sesi tanya jawab dan diskusi interaktif.
- Pukul 12.00 WITA: Penutupan dan foto bersama.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi TNI dengan masyarakat sipil dalam membangun kemandirian ekonomi. Dengan semangat bela negara yang terintegrasi dengan ekonomi kerakyatan, diharapkan Indonesia mampu menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan jati diri bangsa.
Di akhir acara, Pangdam menyempatkan diri berkeliling dan berinteraksi langsung dengan para siswa. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Para siswa SPPI pun pulang dengan bekal ilmu dan motivasi tinggi untuk menggerakkan perubahan di kampung halaman masing-masing.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








