Investor Optimis Pasar Saham Indonesia Pulih di Tengah Ketidakpastian
Suara Pecari | Ketidakpastian pasar saat ini berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami koreksi. Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, mengungkapkan bahwa investor sedang menunggu kepastian mengenai dampak pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor terhadap sektor sumber daya alam.
Pandu menekankan pentingnya pemahaman investor mengenai skema kerja DSI agar dapat meningkatkan kepercayaan dan mendorong pergerakan positif IHSG. “Mereka perlu mencari kepastian, ingin tahu hasilnya, ya insyaallah pasti baik lah,” ungkapnya di Jakarta.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan keyakinannya bahwa IHSG akan menunjukkan perbaikan setelah investor memahami mekanisme operasional BUMN baru ini. Sebelumnya, IHSG mengalami penurunan sebesar 3,54% dan banyak pelaku pasar yang cenderung menjual saham karena ketidakpastian yang ada.
PT DSI, yang berada di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara, memiliki tugas untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis, termasuk minyak kelapa sawit dan batu bara. Purbaya menjelaskan bahwa pembentukan BUMN ini bertujuan untuk menutup praktik kurang bayar ekspor yang merugikan negara. “Nanti under invoicing akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu,” jelasnya.
Dalam konteks lebih luas, Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, menyoroti kekhawatiran investor terkait fluktuasi nilai tukar dan arus modal. Dia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga kepercayaan investor dengan memperkuat fundamental ekonomi Indonesia, yang tercatat tumbuh 5,61% pada kuartal I-2026 dengan inflasi terjaga di angka 2,4%.
Luhut meminta maaf kepada investor global atas dampak negatif situasi ekonomi saat ini di tengah kunjungannya ke Singapura. Dia menekankan pentingnya aspek kepercayaan dan kepastian dalam pengambilan keputusan investasi, di samping fundamental ekonomi yang kuat.
Dalam sektor pasar modal, pemerintah mendorong penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengawasan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih baik dan menarik lebih banyak investasi ke Indonesia.
Dengan upaya tersebut, baik pemerintah maupun pelaku pasar berharap IHSG dapat pulih dan menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam waktu dekat. Keberhasilan dalam memahami skema kerja DSI dan perbaikan kondisi ekonomi global menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












