Stok Beras Nasional Capai 5,39 Juta Ton, Tertinggi Sejak Kemerdekaan

Stok Beras Nasional Capai 5,39 Juta Ton, Tertinggi Sejak Kemerdekaan

Suara Pecari | Stok beras nasional Indonesia pada Mei 2026 tercatat mencapai 5,39 juta ton, angka tertinggi dalam sejarah pasca-kemerdekaan. Perusahaan Umum (Perum) Bulog menyatakan bahwa jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai enam juta ton pada akhir bulan Juni mendatang.

Direktur Utama Perum Bulog, Rizal Ramli, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani yang mendukung program ketahanan pangan nasional. “Alhamdulillah, di tahun 2025 kita sudah mencapai swasembada pangan. Proyeksi bulan Mei mencapai 5,39 juta ton,” ujarnya pada acara olahraga bersama media di Jakarta.

Rizal menambahkan bahwa pencapaian ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Bulog juga optimis bahwa swasembada pangan dapat tercapai kembali pada tahun 2026.

Presiden Prabowo Subianto telah melakukan sejumlah langkah strategis dalam mengatur sistem pertanian, termasuk memastikan distribusi lumbung nasional tetap terjaga. Langkah ini penting mengingat kondisi global yang masih dilanda krisis politik dan iklim. Pada bulan April 2026, Presiden melakukan inspeksi mendadak ke gudang Bulog di Danuerejo, Magelang, dan menemukan bahwa stok beras di sana dalam keadaan penuh.

“Tujuan kami adalah untuk menambah cadangan stok dan mempercepat distribusi logistik kepada masyarakat,” imbuhnya. Bulog juga merencanakan tambahan sewa gudang sebesar satu juta ton untuk memastikan kapasitas penyimpanan beras nasional dapat mencapai tujuh juta ton.

Target total stok beras Bulog diharapkan mencapai enam juta ton pada akhir Juni 2026, sebagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan stabilitas pasokan beras. Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa stok beras saat ini adalah yang tertinggi sejak Indonesia merdeka, bahkan melampaui stok saat swasembada pangan pada tahun 1984.

Dengan capaian ini, Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam ketahanan pangan, yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Capaian yang diraih saat ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan