Kemenperin Dorong Diversifikasi Kain Tenun untuk Meningkatkan Ekspor
Suara Pecari | Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri kain tenun nasional melalui program peningkatan nilai tambah dan diversifikasi produk. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas akses pasar domestik dan ekspor, serta meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) tenun.
Pengembangan industri tenun mendukung konsep sustainable fashion yang saat ini semakin diminati pasar global. Oleh karena itu, diperlukan berbagai langkah strategis agar produk tenun semakin dikenal dan dimanfaatkan secara luas.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan potensi industri tenun nasional didukung oleh keberadaan 482 sentra IKM tenun. Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kemenperin, ekspor produk tenun ikat Indonesia pada 2025 mencapai 14,1 ton dengan nilai USD88.600.
Meski demikian, Reni mengakui pelaku IKM tenun masih menghadapi tantangan dalam pengembangan desain dan diversifikasi produk. Menurutnya, perubahan tren pasar yang berlangsung cepat menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen.
Untuk mengatasi hal ini, Direktur Jenderal IKMA bekerja sama dengan Dekranasda Kota Kediri dan Universitas Ciputra Surabaya menyelenggarakan Bimbingan Teknis Diversifikasi Produk Tenun di Kota Kediri. Kegiatan tersebut mempertemukan 10 IKM fesyen dengan 10 IKM tenun untuk menghasilkan berbagai produk berbasis tenun.
Kolaborasi antara IKM tenun dan IKM fesyen diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha dan memperkuat rantai pasok industri fesyen dan tenun nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












