Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Tekan Industri Galangan Kapal Nasional LPP RRI: Pelaku Usaha Terjepit

Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Tekan Industri Galangan Kapal Nasional LPP RRI: Pelaku Usaha Terjepit

Suara Pecari | Kenaikan kurs dolar dan harga energi tekan industri galangan kapal nasional LPP RRI menjadi sorotan utama dalam dunia bisnis maritim Indonesia. Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal Dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), Anita Puji Utami, mengungkapkan bahwa lonjakan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah serta melambungnya harga energi dan bahan baku produksi secara global telah memberikan tekanan berat bagi sektor ini.

Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian ekonomi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada rantai pasok. Pelaku usaha dalam negeri yang masih bergantung pada komoditas impor merasakan dampak signifikan. “Dampak tersebut dirasakan langsung oleh pelaku usaha yang masih bergantung pada pasokan bahan baku dari luar negeri,” kata Anita dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Senin, 8 Juni 2026.

Data internal IPERINDO mencatat harga Solar B40 melonjak hingga 89,19 persen dibanding periode sebelumnya. Selain itu, harga plat baja sebagai bahan pokok juga merangkak naik antara 7 hingga 12,60 persen. Kenaikan kurs dolar dan harga energi tekan industri galangan kapal nasional LPP RRI semakin terasa ketika harga komponen pendukung seperti cat dan oli operasional ikut membubung tinggi.

Kenaikan kurs dolar dan harga energi tekan industri galangan kapal nasional LPP RRI juga memunculkan harapan dari IPERINDO agar pemerintah segera turun tangan. “Khusus untuk pemakaian bahan bakar industri di galangan kapal, harapannya bisa mendapatkan BBM subsidi dari Pemerintah,” ujar Anita. Harapan ini dinilai krusial mengingat lonjakan biaya produksi yang tidak terkendali.

Ketergantungan pada impor membuat industri lokal sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar. Oleh karena itu, IPERINDO mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan nyata, seperti insentif fiskal dan kemudahan akses bahan baku lokal. Dengan demikian, sektor maritim nasional dapat bertahan di tengah tekanan global.

Kesimpulannya, kenaikan kurs dolar dan harga energi tekan industri galangan kapal nasional LPP RRI merupakan tantangan serius yang membutuhkan respons cepat dari pemerintah. Tanpa intervensi yang tepat, daya saing industri galangan kapal Indonesia akan semakin tergerus. Kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan sektor strategis ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan