IHSG Terbang 7,57%! BMRI Pimpin Reli Bank BUMN Usai BI Naikkan Suku Bunga
Suara Pecari | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat reli spektakuler pada Selasa, 9 Juni 2026, dengan melonjak 7,57% ke level 5.746,65. Penguatan ini didorong oleh aksi beli besar-besaran di saham-saham perbankan, termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang menjadi salah satu motor utama. BMRI melesat 10,24% ke Rp4.090 per saham, mencatatkan kapitalisasi pasar Rp377 triliun. Kenaikan ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% untuk menjaga stabilitas rupiah.
Selain BMRI, saham perbankan lain seperti BBRI dan BBCA juga ikut mendongkrak indeks. BBRI naik 7,72% ke Rp2.790, sementara BBCA menguat 6,19% ke Rp5.150. Total nilai transaksi mencapai Rp27,99 triliun dengan volume 42,03 miliar saham. Reli ini menjadi yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir, mengingat IHSG sebelumnya sempat tertekan akibat aksi jual asing dan pelemahan rupiah.
Keputusan BI menaikkan suku bunga disambut positif oleh pelaku pasar karena dianggap mampu meredam tekanan nilai tukar. Sinyal pembelian kembali saham perbankan BUMN juga turut mendorong optimisme. BMRI, sebagai salah satu bank BUMN terbesar, menjadi incaran investor karena fundamentalnya yang kuat. Analis menilai bahwa meskipun dalam sepekan terakhir BMRI sempat terkoreksi 5,76%, prospek jangka panjangnya tetap cerah.
Selain sektor perbankan, saham energi seperti BREN juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 13,93%. Indeks Bisnis-27 bahkan melonjak 8,24% dengan seluruh konstituennya menguat. Namun, pengamat pasar modal mengingatkan bahwa reli ini belum tentu menandakan berakhirnya fase bearish. IHSG masih terkoreksi 33,54% secara year-to-date, sehingga investor perlu tetap waspada terhadap risiko pelemahan rupiah dan ketidakpastian global.
Secara keseluruhan, aksi beli terhadap BMRI dan saham perbankan lainnya mencerminkan kepercayaan investor terhadap kebijakan moneter BI dan prospek ekonomi domestik. BMRI menjadi salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp1,87 triliun. Ke depannya, pergerakan BMRI akan menjadi indikator penting bagi arah IHSG, terutama jika sentimen positif berlanjut.
Reli ini menunjukkan bahwa investor kembali memanfaatkan momentum setelah periode tekanan panjang. Meskipun demikian, volatilitas masih tinggi dan investor disarankan untuk mencermati perkembangan nilai tukar serta kebijakan lanjutan BI. BMRI dan saham big caps lainnya diperkirakan akan tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian pasar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












