BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Dampak Jaminan Sosial melalui PEKA: Membangun Kemandirian Ekonomi Ahli Waris

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Dampak Jaminan Sosial melalui PEKA: Membangun Kemandirian Ekonomi Ahli Waris

Suara Pecari, Mataram – BPJS Ketenagakerjaan terus berinovasi dalam memberikan perlindungan sosial yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif melalui Program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian). Program ini dirancang untuk memastikan bahwa manfaat jaminan sosial yang diterima oleh ahli waris peserta tidak habis untuk konsumsi jangka pendek, melainkan menjadi modal usaha yang produktif. Pada 19 Juli 2026, BPJS Ketenagakerjaan bersama Bank NTB Syariah menggelar kegiatan pelatihan, pendampingan, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi 52 penerima manfaat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen untuk menghadirkan value beyond protection—melampaui sekadar pembayaran klaim.

Latar Belakang Program PEKA

Program PEKA lahir dari keprihatinan bahwa banyak ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang menerima manfaat berupa uang tunai dalam jumlah besar, namun belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelolanya secara produktif. Akibatnya, dana tersebut seringkali habis untuk kebutuhan konsumtif tanpa meninggalkan dampak ekonomi jangka panjang. PEKA hadir sebagai solusi dengan memberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, serta akses ke pembiayaan mikro melalui kolaborasi dengan perbankan syariah. Program ini sejalan dengan strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan: Coverage (perluasan cakupan), Care (layanan peduli), dan Credibility (kredibilitas).

Kolaborasi dengan Bank NTB Syariah

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada Bank NTB Syariah yang telah menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan Program PEKA. “Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama untuk menghadirkan perlindungan yang tidak berhenti pada pembayaran manfaat, tetapi juga membantu keluarga peserta agar mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi,” ujar Saiful. Sementara itu, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program ini dengan menyediakan akses permodalan melalui berbagai produk pembiayaan. “Tadi juga sudah kami serahkan bantuan melalui Program Tunas, nilainya sekitar Rp10 juta dan sudah berjalan sekitar satu bulan. Ke depan mungkin akan ada skema yang lebih mikro lagi. Yang paling penting, UMKM yang kami dampingi harus benar-benar menjadi produktif,” jelas Nazaruddin.

Prinsip 3P: Pelatihan, Produktivitas, Profit

Program PEKA dijalankan dengan prinsip 3P yang saling terkait:

  • Pelatihan: Peserta mendapatkan pelatihan keterampilan usaha, manajemen keuangan, dan literasi digital agar mampu mengelola usaha secara mandiri.
  • Produktivitas: Melalui pendampingan intensif, peserta didorong untuk memulai atau mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi lokal.
  • Profit: Pada tahap akhir, peserta diharapkan mampu meraih keuntungan berkelanjutan sehingga kesejahteraan keluarga meningkat.

Dengan pendekatan ini, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menjadi penyedia jaminan sosial, tetapi juga katalisator pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Data Klaim dan Manfaat di NTB

Sepanjang tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat sebesar Rp430,93 miliar untuk 50.006 klaim kepada peserta dan ahli waris di NTB. Hingga Juni 2026, jumlah klaim yang dibayarkan mencapai 29.554 dengan total manfaat Rp259,05 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam penyaluran manfaat. Namun, besarnya dana yang dikeluarkan harus diimbangi dengan edukasi agar manfaat tersebut memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

PeriodeJumlah KlaimTotal Manfaat (Rp)
Tahun 202550.006430.930.000.000
Januari–Juni 202629.554259.050.000.000

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat

Program PEKA diharapkan mampu mengubah paradigma penerima manfaat dari konsumtif menjadi produktif. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan, ahli waris tidak hanya menerima uang, tetapi juga bekal untuk membangun usaha. Hal ini berpotensi mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja. Selain itu, dengan menggerakkan sektor UMKM, program ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. “Program seperti PEKA sangat penting untuk memastikan bahwa jaminan sosial benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Kronologi Pelaksanaan Program PEKA di NTB

  1. BPJS Ketenagakerjaan mengidentifikasi 52 penerima manfaat yang merupakan ahli waris peserta di NTB.
  2. Bersama Bank NTB Syariah, disusun modul pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan.
  3. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilaksanakan pada 19 Juli 2026 di Mataram.
  4. Bank NTB Syariah menyalurkan bantuan permodalan melalui Program Tunas senilai Rp10 juta per peserta.
  5. Peserta akan terus didampingi secara berkala untuk memastikan usaha mereka berjalan dan berkembang.

Strategi 3C dan Komitmen ke Depan

Program PEKA merupakan bagian dari strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan: Coverage, Care, Credibility. Dengan memperluas cakupan kepesertaan, meningkatkan kualitas layanan, dan membangun kepercayaan publik melalui kolaborasi strategis, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk memberikan perlindungan yang holistik. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banuspa, I Nyoman Suarjaya, mengajak seluruh pemberi kerja dan pekerja di wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua untuk mendaftarkan diri sebagai peserta. “Risiko kerja dapat terjadi kapan saja. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pekerja tidak hanya melindungi dirinya, tetapi juga memberikan kepastian bagi keluarga apabila terjadi risiko,” tegas Suarjaya.

Program PEKA membuktikan bahwa jaminan sosial dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang efektif. Dengan pendekatan yang komprehensif—mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga akses permodalan—BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir saat risiko terjadi, tetapi juga menjadi mitra dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga pekerja Indonesia. Kolaborasi dengan Bank NTB Syariah dan dukungan dari berbagai pihak menjadi modal penting untuk terus mengembangkan program ini ke depannya. Semoga langkah ini dapat direplikasi di daerah lain, sehingga semakin banyak keluarga pekerja yang merasakan manfaat nyata dari jaminan sosial.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *