Bank Perekonomian Rakyat: Pilar Pembiayaan UMKM di Tengah Tantangan Likuiditas
Suara Pecari – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) memegang peranan krusial dalam ekosistem keuangan Indonesia, terutama dalam menjangkau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang seringkali belum tersentuh layanan perbankan konvensional. Meski demikian, sektor ini menghadapi tantangan signifikan, tercermin dari pencabutan izin usaha sejumlah BPR pada tahun 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Juli 2026 telah mencabut izin usaha 10 BPR, termasuk BPR Syariah Hasanah Mandiri di Depok dan BPR Dwicahaya Nusaperkasa di Jawa Timur. Langkah ini menunjukkan pengawasan ketat untuk menjaga kesehatan industri. Namun, di sisi lain, bank-bank besar dan BPR yang sehat terus mendorong inklusi keuangan melalui berbagai program.
Penyaluran KUR Bank Mandiri Tembus Rp21,41 Triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp21,41 triliun hingga 30 Juni 2026, menjangkau lebih dari 162 ribu pelaku UMKM. Penyaluran ini didominasi sektor produksi (63,92%), dengan pertanian sebagai kontributor terbesar (33,08%). Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, menegaskan komitmen perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan.
Program Inklusi Keuangan Subang: Saba Lembur
Kabupaten Subang melalui program Saba Lembur berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan mengurangi praktik pinjaman ilegal atau ‘bank emok’. Program ini terintegrasi dengan Saba Desa, inisiasi Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, dan telah dilaksanakan di 30 desa di 6 kecamatan. Saba Lembur menjadi andalan Subang dalam Financial Literacy Award 2026 kategori Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik.
Peremajaan Sawit Rakyat oleh Bank Sumut
Bank Sumut, sebagai bank mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), memastikan dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebesar Rp44,5 miliar dapat diakses pekebun di seluruh unit. Hingga Juli 2026, Bank Sumut telah bekerja sama dengan 33 kelembagaan pekebun dan menyalurkan Rp80,6 miliar melalui program PSR. Sistem digital SMART-PSR digunakan untuk mempercepat proses verifikasi dan pencairan dana secara transparan.
Kesejahteraan Pensiunan ASN: Sinergi Bank Mandiri Taspen
Bank Mandiri Taspen bersama PT TASPEN (Persero) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pensiunan ASN. Pertemuan dengan Gubernur Dedi Mulyadi menjadi momentum untuk memperkenalkan peran strategis Bank Mandiri Taspen dalam menyalurkan manfaat pensiun dan Tabungan Hari Tua (THT). Distribution Head Bank Mandiri Taspen, Bagus Ahmad Irawanto, menekankan komitmen menghadirkan layanan keuangan inklusif bagi pensiunan.
Dinamika perbankan rakyat saat ini menunjukkan dua sisi: penguatan pengawasan OJK yang menyebabkan penutupan BPR bermasalah, dan ekspansi pembiayaan melalui KUR serta program inklusi keuangan. Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, OJK, perbankan, dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memastikan bank perekonomian rakyat tetap menjadi motor penggerak UMKM nasional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










