IHSG Diproyeksi Menguat ke 6.454, Investor Tunggu Pengumuman MSCI 12 Agustus

IHSG Diproyeksi Menguat ke 6.454, Investor Tunggu Pengumuman MSCI 12 Agustus

Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat ke kisaran 6.454 hingga 6.554 pada pembukaan perdagangan Senin (10/8). Kenaikan ini terjadi setelah penutupan positif IHSG pada Jumat (7/8) yang naik 1,04 persen ke level 6.409,65.

Faktor Penguatan IHSG

Pergerakan IHSG didukung oleh potensi momentum breakout pada resistance terdekat, terutama karena reli penguatan yang tercermin dari indikator teknikal. Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengungkapkan bahwa indikator Stochastics KD menunjukkan sinyal positif dan pola golden cross telah terbentuk pada MA20 dan MA60, menandakan tren penguatan berkelanjutan.

Dari sisi fundamental, saham-saham Indonesia memiliki valuasi yang relatif menarik dengan rasio price to earnings (PE) sekitar 9,76 kali, lebih rendah dibandingkan beberapa pasar regional. Kondisi ini muncul setelah tekanan pasar selama semester pertama 2026, sehingga berpotensi menarik minat investor. Selain itu, tercatat adanya pembelian bersih asing harian (daily net foreign buy) sebesar Rp 917,23 miliar, yang menambah sentimen positif.

Sentimen Global dan Domestik

Sentimen global juga memberikan dukungan pada pergerakan IHSG. Pada Jumat lalu, indeks S&P 500 di Amerika Serikat naik 0,62 persen dan mencetak rekor baru, Nasdaq naik 1,30 persen, dan Dow Jones bertambah 0,28 persen. Penguatan ini dipicu oleh data tenaga kerja AS (US nonfarm payroll) yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga meningkatkan harapan bahwa kebijakan suku bunga The Fed akan tetap akomodatif. Hal ini mendorong minat risiko (risk appetite) di pasar saham Asia, termasuk Indonesia.

Dari sisi domestik, pelaku pasar menantikan data indeks keyakinan konsumen periode Juli 2026 yang akan dirilis oleh Bank Indonesia. Perkiraan dari Trading Economics menunjukan angka 116, sedikit lebih rendah dari periode sebelumnya 117,8, sehingga masih berada di zona optimistis walaupun belum menunjukkan pemulihan kuat.

Pengumuman MSCI dan Dampaknya pada Pasar

Investor juga fokus menantikan pengumuman MSCI August Index Review yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026. MSCI sebelumnya mempertahankan kebijakan pembekuan (freeze) terhadap penambahan saham Indonesia dalam indeksnya, sehingga peluang penambahan konstituen baru relatif terbatas. Namun, perhatian pasar akan tertuju pada kemungkinan rebalancing atau penghapusan konstituen akibat kebijakan freeze serta evaluasi konsentrasi kepemilikan saham (High Share Concentration, HSC) oleh MSCI.

Jika tidak ada kejutan negatif dari pengumuman tersebut, keputusan MSCI berpotensi menjadi katalis untuk rally pasar karena kekhawatiran sebagian besar sudah tercermin dalam harga. Sebaliknya, hasil yang lebih buruk dari ekspektasi bisa memicu aksi jual asing (foreign outflow) dan menekan IHSG.

Rekomendasi Saham

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk dipantau pada perdagangan Senin (10/8), antara lain ASII, HMSP, dan PSAB. Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak variatif dengan potensi penguatan di rentang 6.440 sampai 6.544 dan potensi pelemahan di kisaran 6.371 sampai 6.390. Saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas meliputi BULL, BUMI, MLPL, dan SRTG.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *