PGN Perluas Layanan CNG di Yogyakarta dan Sekitarnya Melalui Dua Skema
Suara Pecari, Yogyakarta – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), memperluas layanan Compressed Natural Gas (CNG) bagi pelanggan komersial di Yogyakarta dan wilayah Jawa Tengah Bagian Selatan. Langkah ini mengatasi keterbatasan jaringan pipa gas bumi dengan menghadirkan dua skema distribusi yang fleksibel.
Layanan CNG dengan Dua Skema
Layanan CNG memungkinkan gas bumi dikompresi dan diangkut menggunakan moda non-pipa, sehingga menjangkau lokasi yang belum terhubung jaringan pipa. PGN Gagas mengembangkan dua skema distribusi CNG, yakni klastering dan point-to-point.
- Skema Klastering: Menargetkan sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) dengan pengiriman gas ke beberapa pelanggan dalam satu kawasan secara efisien dan terintegrasi.
- Skema Point-to-Point: Penyaluran gas langsung dari sumber atau fasilitas pengisian ke pelanggan sesuai kebutuhan masing-masing.
Manfaat dan Pemanfaatan CNG di Berbagai Sektor
Di Yogyakarta, CNG semakin banyak digunakan untuk mendukung kebutuhan energi sektor Horeka yang membutuhkan pasokan energi yang konsisten dan efisien. Di Jawa Tengah Bagian Selatan, volume penyaluran CNG melalui skema point-to-point mencapai sekitar 74.000 meter kubik per bulan.
Selain sektor komersial, pemanfaatan CNG juga mulai merambah pelayanan publik. Contohnya di Magelang, Jawa Tengah, CNG digunakan untuk memasak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani 1.500-2.000 porsi per hari, menunjukkan fleksibilitas CNG dalam memenuhi kebutuhan energi rutin berbagai fasilitas.
Potensi dan Prospek Pengembangan CNG
Menurut Direktur Utama PGN, Gagas Santiaji Gunawan, pengembangan CNG di wilayah ini memiliki prospek yang menjanjikan seiring pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, jasa, dan UMKM. Layanan CNG diharapkan memberikan kemudahan pemenuhan kebutuhan energi sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.
Strategi PGN dalam Memperluas Akses Gas Bumi
PGN Gagas terus mengembangkan layanan CNG dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, keekonomian, serta potensi pasar di masing-masing wilayah. Model distribusi klastering dan point-to-point menjadi solusi untuk menghadirkan gas bumi secara fleksibel di daerah yang belum terjangkau jaringan pipa, membuka peluang pemanfaatan energi gas bumi bagi pelaku usaha dan kegiatan produktif masyarakat.
Dengan inovasi ini, PGN berupaya mendukung transisi energi yang lebih bersih dan efisien, sekaligus memperkuat infrastruktur energi di Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










