Produk Banten Didorong Menembus Pasar Ekspor, Nilai Pelepasan Komoditas Capai Rp40,8 Miliar
Suara Pecari, Tangerang – Pemerintah Provinsi Banten menggalakkan dorongan agar produk asal daerah ini tidak hanya beredar di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar ekspor internasional. Pada kegiatan Pelepasan Ekspor Komoditas Unggulan Banten di Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Banten, nilai pelepasan komoditas mencapai Rp40,8 miliar sebagai bukti nyata potensi ekspor daerah tersebut.
Potensi Ekspor Komoditas Banten
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa Banten memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, potensi tersebut perlu didorong agar dapat memberikan nilai ekonomi maksimal melalui peningkatan nilai tambah dan pemenuhan standar ekspor internasional.
Andra menambahkan bahwa tantangan utama bukan hanya meningkatkan volume produksi, tetapi juga memastikan konsistensi mutu, kemasan yang menarik, legalitas, sertifikasi, dan kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi permintaan pasar global.
Peran Klinik Ekspor dan Karantina
Untuk membantu pelaku UMKM mengatasi berbagai persyaratan perdagangan internasional, Klinik Ekspor hadir sebagai instrumen penting yang menyediakan informasi, konsultasi, pendampingan, dan akses ke jaringan pasar ekspor. Selain itu, peran karantina menjadi krusial dalam memastikan komoditas yang diekspor memenuhi standar kualitas dan kesehatan sesuai ketentuan negara tujuan.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menekankan bahwa karantina tidak hanya berfungsi sebagai pemeriksa, tetapi juga sebagai fasilitator dan akselerator ekspor. Pelatihan standar ekspor kepada pelaku usaha merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Pertumbuhan Ekspor dan Diversifikasi Produk
Berdasarkan data dari BKHIT Banten, terjadi pertumbuhan signifikan pada ekspor komoditas, antara lain:
- Ekspor komoditas hewan naik 21%
- Ekspor komoditas ikan melonjak 279%
- Ekspor tumbuhan meningkat 25,4%
Produk-produk yang diekspor beragam, meliputi tanaman hias, tanaman aquarium, buah naga, manggis, salak, sereh, daun rajang kering, produk olahan sarang burung walet, burung lovebird, ikan mas sinyonya, kelinci, dan tas berbahan pandan. Mayoritas komoditas tersebut dikirim ke kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Pelepasan Komoditas Unggulan
Dalam kegiatan yang sama, dilakukan pelepasan ekspor sejumlah komoditas unggulan seperti sarang burung walet, manggis, dan kepiting dengan nilai total mencapai Rp40,8 miliar. Hal ini menunjukkan peluang ekspor Banten yang tidak hanya bergantung pada satu sektor, melainkan beragam sektor yang saling mendukung.
Sinergi Pemerintah dan Badan Karantina
Gubernur Banten juga menegaskan komitmen Pemprov untuk memperkuat sinergi dengan Badan Karantina Indonesia agar tercipta ekosistem ekspor yang menyeluruh, mulai dari produksi hingga pemasaran. Pemerintah daerah bertekad untuk terus mendorong UMKM agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar internasional.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal, memberikan nilai tambah produk, dan membuka akses pasar global yang lebih luas, sehingga kontribusi ekspor Banten dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










