Koperasi Desa Merah Putih: Target Ratusan Gerai Beroperasi, Tiga Akses Kolaborasi Jadi Kunci
Suara Pecari, Pemerintah terus mengakselerasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 120 gerai telah rampung dibangun di Kalimantan Timur, dengan target total 490 gerai pada akhir bulan ini. Namun, tantangan permodalan dan pemasaran masih menghantui, sebagaimana terlihat di Pulau Buluh, Batam, yang terpaksa tutup karena keterbatasan modal.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan fondasi penting untuk memperkuat ekonomi dari desa. Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menyambut positif komitmen tersebut. Ia menekankan perlunya tiga akses kolaborasi agar koperasi mampu berkembang berkelanjutan: akses pemasaran, akses permodalan dan penjaminan risiko, serta akses penguatan sumber daya manusia.
Tiga Akses Kolaborasi untuk Keberlanjutan
Abdul Rahman menjelaskan bahwa akses pemasaran menjadi aspek pertama yang harus diperkuat. KDMP diproyeksikan menjadi lembaga penyerap hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, hingga produk UMKM saat produksi melimpah atau harga pasar turun. Ia mengusulkan agar KDMP terhubung secara sistematis dengan BUMN sektor pangan seperti PT Berdikari, PT PPI, dan Perum Bulog melalui mekanisme pasar yang jelas. “Jika tidak tersedia jalur pemasaran yang pasti, koperasi hanya akan menjadi tempat penyimpanan sementara,” ujarnya.
Selain pemasaran, akses pembiayaan dan penjaminan risiko usaha juga krusial. Pemerintah perlu memperluas akses KDMP terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), maupun instrumen pembiayaan berbiaya rendah lainnya. Hal ini sejalan dengan pengalaman di Batam, di mana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pulau Buluh tutup karena belum ada bantuan permodalan dari pemerintah. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengungkapkan bahwa operasional koperasi hanya mengandalkan simpanan pokok dan wajib anggota, sementara bantuan dari Himbara masih dalam proses.
Aspek ketiga adalah penguatan sumber daya manusia. Pengurus koperasi perlu dibekali kemampuan manajerial dan teknis agar mampu mengelola usaha secara profesional. Dinas Koperasi dan UKM setempat terus melakukan pendampingan kelembagaan dan pembinaan.
Percepatan Pembangunan di Berbagai Daerah
Di Kalimantan Timur, percepatan pembangunan gerai dikawal oleh satuan tugas (Satgas) dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, menyatakan bahwa pembangunan gerai sudah memasuki tahap ketiga. Hingga kini telah terbentuk 1.037 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Pemerintah provinsi menegaskan bahwa KDMP bukanlah pesaing minimarket modern seperti Indomaret atau Alfamart, melainkan pusat penggerak ekonomi masyarakat desa.
Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, meminta operator seluler pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk mendukung program pemerintah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Konektivitas digital diharapkan membuka akses pasar dan layanan bagi koperasi di desa.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga mendorong penguatan peran koperasi melalui acara Koperasi Explore 2026 di Pamekasan. Acara ini menjadi ajang promosi produk koperasi dan UMKM, sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku ekonomi rakyat. Khofifah berharap koperasi semakin sehat, modern, inklusif, dan adaptif terhadap teknologi.
Kesimpulannya, keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih membutuhkan sinergi antara akses pemasaran, permodalan, dan SDM. Dengan dukungan penuh pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, koperasi ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan, memangkas rantai distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










