Dialog Sumpah Pemuda Soroti Nasib Generasi Z dan Risiko Krisis Ekonomi

Dialog Sumpah Pemuda Soroti Nasib Generasi Z dan Risiko Krisis Ekonomi

Suara Pecari – Dialog antargenerasi yang digelar oleh DPP PDI Perjuangan bersama Millennium Public Pulse pada 28 Oktober 2026 mengangkat berbagai isu penting terkait masa depan Generasi Z di Indonesia. Diskusi ini mengemukakan tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari kebijakan berbasis data, pendidikan, transparansi anggaran, penegakan hukum, hingga potensi krisis ekonomi yang mungkin akan datang.

Peran Data dalam Kebijakan Publik

Peneliti Gustika Fardani Jusuf Hatta menyoroti kurangnya pemanfaatan data dalam pembuatan kebijakan. Ia mengkritik kebiasaan pembuat kebijakan yang jarang mempertimbangkan data yang telah dikumpulkan secara menyeluruh. Gustika juga menekankan perbedaan tantangan antara Generasi Z dan milenial, serta ketimpangan akses teknologi yang masih terjadi di masyarakat.

Baca juga:

Selain itu, Gustika mengingatkan risiko kriminalisasi terhadap anak muda yang kritis, termasuk pembungkaman dan serangan di ruang digital. Ia juga menyoroti pemotongan anggaran perpustakaan meskipun minat baca di kalangan Generasi Z meningkat, yang menurutnya mencerminkan masalah dalam penyusunan kebijakan.

Kondisi Ekonomi dan Pendidikan

Kreator konten Saddam Permana mengkritik narasi yang menyatakan kondisi ekonomi Indonesia baik-baik saja berdasarkan konsumsi kelompok tertentu. Ia mencontohkan kebutuhan primer masyarakat, seperti udara bersih akibat dampak kebakaran hutan yang lebih mendesak dibandingkan kebutuhan konsumtif seperti berlibur ke luar negeri.

Saddam juga menegaskan pentingnya akses pendidikan sebagai hak asasi yang belum sepenuhnya terpenuhi, terutama di daerah seperti Aceh dan Lombok. Dalam konteks penegakan hukum, ia menyoroti fenomena ‘no viral, no justice’ dan menekankan tanggung jawab aparat penegak hukum dalam menjamin keberlanjutan penanganan perkara tanpa bergantung pada perhatian publik.

Transparansi Anggaran dan Kebijakan Berkeadilan

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menekankan pentingnya transparansi anggaran dalam pemerintahan. Ia mencontohkan praktik keterbukaan anggaran yang diterapkan saat memimpin Jakarta, di mana masyarakat dapat mengakses informasi pengeluaran pemerintah secara online, termasuk pembelian air minum kemasan.

Ahok juga mendorong penerapan undang-undang pembuktian terbalik harta pejabat untuk menyita kekayaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengusulkan pembagian hasil sumber daya alam yang lebih adil antara pemerintah pusat dan daerah penghasil sumber daya tersebut.

Dalam pelayanan publik, Ahok menekankan pentingnya pemimpin mendengarkan pengaduan masyarakat dengan santun. Ia berbagi pengalaman kebijakan relokasi warga yang harus mempertimbangkan dampak ekonomi dan sosial agar tidak merugikan masyarakat yang terdampak.

Baca juga:

Risiko Krisis Ekonomi dan Harapan Reformasi

Tom Lembong memberikan peringatan tentang potensi krisis ekonomi dalam enam hingga 12 bulan ke depan dengan kemungkinan lebih dari 50 persen. Ia menyoroti tekanan yang akan dihadapi generasi muda apabila situasi ekonomi memburuk.

Meski demikian, Tom melihat krisis sebagai peluang untuk mendorong reformasi, mengacu pada sejarah krisis di Eropa dan Indonesia pasca-1998 yang menjadi momentum perbaikan kondisi sosial dan ekonomi.

Makna Dialog dan Peringatan Sumpah Pemuda

Dialog ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda, yang digelar oleh PDI Perjuangan sebagai ruang dialektika antargenerasi. Forum ini bertujuan untuk mendorong kebijakan publik yang berbasis data, transparansi anggaran, pemerataan akses pendidikan, penegakan hukum, dan keterlibatan anak muda dalam pengambilan keputusan.

Para narasumber sepakat bahwa kebijakan yang diambil hari ini akan memengaruhi masa depan generasi muda, terutama dalam hal pendidikan, kesejahteraan, dan kondisi sosial ekonomi secara keseluruhan. Melalui dialog ini, diharapkan kebijakan yang lebih adil dan berpijak pada kebutuhan nyata generasi muda dapat terwujud.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *