2 Tahun Kepemimpinan Prabowo APBN Dorong Ekonomi, Lindungi Rakyat dan Tetap Sehat
Suara Pecari – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun terakhir telah memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas fiskal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prioritas APBN untuk Kesejahteraan dan Pertumbuhan
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa APBN diarahkan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan alokasi anggaran tepat sasaran guna memperkuat kualitas hidup masyarakat. Pemerintah menempatkan prioritas pada sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan penguatan produktivitas masyarakat.
Program Pendidikan yang Mendukung Penerima Manfaat Luas
Dalam bidang pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau hampir 57 juta penerima hingga Agustus 2026. Selain itu, pemerintah mengembangkan program Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, revitalisasi sekolah dan madrasah, serta digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Dukungan APBN untuk Sektor Kesehatan
APBN juga memperkuat sektor kesehatan dengan perluasan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 99 juta penduduk hingga September 2026. Pemerintah mengalokasikan dana untuk renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan dan pemenuhan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai daerah demi memperbaiki akses layanan kesehatan.
Strategi APBN Tahun Ketiga dan Target Pertumbuhan Ekonomi
Memasuki tahun ketiga masa jabatan Presiden Prabowo, pemerintah menyiapkan APBN 2027 dengan belanja negara sebesar Rp4.106,3 triliun dan target pendapatan negara Rp3.435,1 triliun. Defisit fiskal ditetapkan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Kebijakan fiskal tahun depan diarahkan untuk memperkuat investasi, meningkatkan produksi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja formal demi mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen. Pemerintah juga menegaskan pentingnya disiplin fiskal dan kredibilitas APBN yang harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.
Sinergi Pemerintah dengan Sektor Swasta
Selain memanfaatkan APBN, pemerintah berencana memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan pemangku kepentingan lain untuk meningkatkan investasi, memperluas kapasitas produksi, mendorong hilirisasi, dan membuka lapangan kerja baru. Pertumbuhan investasi yang ditargetkan sekitar 7 persen menjadi kunci pencapaian pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.
Refleksi dan Harapan ke Depan
Menurut Suahasil Nazara, selama dua tahun terakhir, APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen fiskal, tetapi juga sebagai alat untuk menumbuhkan ekonomi, melindungi rakyat, dan menjaga kredibilitas keuangan negara. Komitmen ini diharapkan dapat terus dilanjutkan demi Indonesia yang lebih baik di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










