Jepang Kembali Buang Limbah Nuklir Fukushima ke Laut, 7.888 Ton Air Mengandung 1,3 Triliun Becquerel Tritium
Suara Pecari – Jepang kembali melakukan pembuangan air limbah terkontaminasi nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi ke laut. Pada putaran ke-22, sebanyak 7.888 ton air limbah yang mengandung sekitar 1,3 triliun becquerel tritium dilepaskan ke laut hingga Senin, 17 Agustus 2026 sore waktu setempat.
Fakta Utama Pembuangan Limbah
Operator PLTN Fukushima Daiichi, Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO), menyatakan bahwa pembuangan air limbah ini dimulai sejak 30 Juli 2026 dan merupakan pembuangan keempat sepanjang tahun fiskal 2026. Dengan selesainya putaran ke-22, total air limbah terkontaminasi nuklir yang telah dibuang ke laut sejak kebijakan ini dimulai pada 2023 mencapai sekitar 173.000 ton.
Proses dan Kandungan Limbah
Air limbah tersebut berasal dari proses pendinginan reaktor PLTN Fukushima Daiichi yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami pada 2011. TEPCO memastikan bahwa air sudah melalui proses pengolahan untuk mengurangi sebagian besar zat radioaktif sebelum dilepaskan ke laut. Namun, zat radioaktif tritium tetap terkandung karena sulit dipisahkan dengan teknologi yang ada saat ini.
Kebijakan dan Kontroversi
Jepang memulai pembuangan air limbah ini secara bertahap sejak Agustus 2023 dengan alasan memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan. Meski demikian, kebijakan ini terus mendapat perhatian dan penentangan dari komunitas internasional. Banyak negara dan kelompok masyarakat mengkhawatirkan potensi dampak negatif pembuangan limbah terhadap lingkungan laut dan hasil perikanan.
Dampak dan Perkembangan
Pelepasan air limbah ini menjadi perhatian global karena Fukushima merupakan lokasi bencana nuklir besar yang dampaknya masih dirasakan hingga kini. Pemerintah Jepang dan TEPCO berupaya memastikan bahwa proses pembuangan dilakukan sesuai standar keselamatan untuk meminimalkan risiko. Namun, kekhawatiran terkait dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan kesehatan manusia masih menjadi perdebatan utama.
Hingga saat ini, Jepang telah membuang sekitar 173.000 ton air limbah terkontaminasi nuklir Fukushima ke laut sejak kebijakan ini berjalan, dengan jumlah tritium radioaktif yang signifikan dalam setiap pembuangan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










