Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan: 1 Polisi Gugur, 2 Hilang, Satu Pelaku Ditangkap
Kronologi Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
Suara Pecari, Pada Kamis dini hari, 27 Juli 2026, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap seorang bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Operasi yang direncanakan secara matang ini berubah menjadi tragedi ketika pelaku melakukan perlawanan sengit menggunakan senjata tajam. Dalam insiden tersebut, seorang anggota polisi gugur, dua lainnya hilang, dan satu pelaku berhasil ditangkap.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan kejadian tersebut. “Benar, anggota gugur dibacok oleh pelaku,” kata Dodik kepada kumparan. Personel yang gugur adalah Aiptu Yudhie Perdana Putra, seorang anggota yang dikenal berdedikasi tinggi. Sementara dua polisi yang hilang adalah Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana. Hingga saat ini, pencarian terhadap kedua polisi yang hilang masih terus dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
Lokasi Penggerebekan yang Ekstrem
Lokasi penggerebekan berada di kawasan pinggir sungai di Desa Tumbang Kelemei. Kondisi geografis yang sulit dan minim pencahayaan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Diduga, saat terjadi perlawanan, kedua personel yang hilang terjatuh ke aliran sungai yang deras. “Belum ditemukan,” ujar Dodik dengan nada prihatin. Tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk menyisir sungai dan area sekitarnya, namun arus yang kuat dan medan yang berat menghambat proses pencarian.
Pelaku Utama Masih Buron, Satu Ditangkap
Bandar narkoba yang menjadi target penggerebekan hingga kini masih buron. Polisi terus melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk menangkapnya. Sementara itu, satu orang pelaku berinisial S telah ditangkap. Pelaku S diduga merupakan bagian dari kelompok bandar narkoba yang menyerang polisi saat penggerebekan. “Benar, satu pelaku sudah ditangkap,” kata Dodik. Pelaku S kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan narkoba yang lebih luas.
Daftar Personel yang Terlibat dan Status Terkini
| Nama | Pangkat | Status |
|---|---|---|
| Aiptu Yudhie Perdana Putra | Aiptu | Gugur |
| Aiptu Sumaryanto | Aiptu | Hilang |
| Bripda Nopandri Ramadhana | Bripda | Hilang |
| Pelaku S | – | Ditangkap |
| Bandar Narkoba (target) | – | Buron |
Dampak dan Implikasi Kejadian
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan institusi Polri. Gugurnya Aiptu Yudhie Perdana Putra menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi aparat dalam pemberantasan narkoba. Dua personel yang hilang juga menjadi perhatian publik, dan doa mengalir agar mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Dari sisi keamanan, insiden ini menunjukkan bahwa bandar narkoba di daerah terpencil tidak segan menggunakan kekerasan. Hal ini mendorong perlunya peningkatan perlindungan dan perlengkapan bagi petugas di lapangan. Masyarakat setempat juga diimbau untuk melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba agar operasi serupa dapat berjalan lebih aman.
Upaya Pencarian dan Penyelidikan
Pencarian terhadap dua polisi yang hilang terus dilakukan dengan melibatkan tim SAR, Polairud, dan relawan setempat. Aliran sungai yang deras dan luasnya area pencarian menjadi kendala utama. Sementara itu, penyelidikan terhadap pelaku S terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan dan kemungkinan keberadaan bandar utama. Polres Katingan juga berkoordinasi dengan BNN dan Polda Kalimantan Tengah untuk memperkuat operasi.
Penutup
Tragedi penggerebekan di Katingan ini menjadi catatan kelam dalam upaya pemberantasan narkoba di Indonesia. Di balik duka yang mendalam, semangat aparat untuk memberantas narkoba tidak boleh surut. Masyarakat menanti kejelasan nasib dua personel yang hilang dan berharap bandar utama segera tertangkap. Semoga peristiwa ini menjadi momentum untuk evaluasi dan peningkatan keselamatan petugas di lapangan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










