Kapolri Rotasi 6 Kapolda, Ini Daftarnya: Strategi Penyegaran dan Penguatan Kepemimpinan Polri
Suara Pecari, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi besar-besaran di jajaran perwira tinggi Polri. Pada Sabtu, 15 Juli 2026, sebanyak enam Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) resmi dilantik dan menjalani serah terima jabatan di Rupattama Mabes Polri, Jakarta. Selain Kapolda, sejumlah Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri juga ikut dimutasi dalam rangkaian acara tersebut.
Rotasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang lazim terjadi di institusi Polri. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa mutasi jabatan adalah bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi. “Pelantikan dan serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi,” ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/7/2026).
Daftar Lengkap Enam Kapolda yang Dirotasi
Berikut adalah daftar lengkap enam Kapolda yang mengalami rotasi beserta jabatan barunya:
| Polda | Kapolda Baru | Kapolda Lama | Pangkat |
|---|---|---|---|
| Aceh | Irjen Pol Ruddi Setiawan | Irjen Pol Marzuki Ali Basyah | Inspektur Jenderal |
| Sumatera Barat | Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy | Komjen Pol Gatot Tri Suryanta | Inspektur Jenderal |
| Jawa Barat | Irjen Pol Pipit Rismanto | Komjen Pol Rudi Setiawan | Inspektur Jenderal |
| Kalimantan Barat | Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar | Irjen Pol Pipit Rismanto | Inspektur Jenderal |
| Kalimantan Utara | Irjen Pol Agus Wijayanto | Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy | Inspektur Jenderal |
| Papua Barat Daya | Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru | Brigjen Pol Gatot Haribowo | Brigadir Jenderal |
Latar Belakang dan Alasan Mutasi
Rotasi enam Kapolda ini tidak terjadi begitu saja. Dalam beberapa bulan terakhir, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo gencar melakukan penyegaran di jajaran kepolisian, terutama di daerah-daerah yang dinilai memiliki tantangan keamanan dan pelayanan publik yang kompleks. Misalnya, di Aceh, isu radikalisme dan konflik sosial masih menjadi perhatian; di Jawa Barat, tingkat kriminalitas dan kemacetan lalu lintas membutuhkan penanganan inovatif; sementara di Papua Barat Daya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih rawan akibat konflik separatis dan narkoba.
Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa rotasi ini merupakan langkah strategis agar organisasi Polri semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang. “Hal ini menjadi langkah strategis agar organisasi Polri semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang,” tutupnya.
Kronologi Rotasi Kapolda
Berikut kronologi pelaksanaan rotasi enam Kapolda tersebut:
- 15 Juli 2026, Pagi: Upacara pelantikan dan serah terima jabatan enam Kapolda digelar di Rupattama Mabes Polri, Jakarta. Dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
- 15 Juli 2026, Siang: Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir memberikan keterangan pers terkait mutasi, menekankan aspek pembinaan karier dan penyegaran organisasi.
- 15 Juli 2026, Sore: Para Kapolda baru mulai bertugas dan melakukan koordinasi awal dengan jajaran di Polda masing-masing, termasuk menerima laporan situasi terkini.
Dampak dan Implikasi Rotasi
Rotasi ini diharapkan membawa dampak positif bagi pelayanan Polri kepada masyarakat. Dengan penyegaran kepemimpinan, diharapkan setiap Polda dapat mengoptimalkan strategi dalam menjaga kamtibmas, menekan angka kriminalitas, serta meningkatkan kepercayaan publik. Secara khusus:
- Polda Aceh: Irjen Pol Ruddi Setiawan diharapkan mampu menangani isu radikalisme dan konflik sosial yang masih mengemuka di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
- Polda Jawa Barat: Irjen Pol Pipit Rismanto, yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Barat, diharapkan membawa pengalaman dalam penanganan lalu lintas dan pengamanan wilayah padat penduduk.
- Polda Papua Barat Daya: Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru, sebagai perwira menengah, diharapkan mampu membangun sinergi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah rawan konflik.
Selain itu, rotasi ini juga menjadi ajang pembinaan karier bagi para perwira tinggi. Beberapa nama seperti Irjen Pol Pipit Rismanto dan Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menunjukkan bahwa Polri memberikan kesempatan bagi perwira berprestasi untuk mengemban amanah di wilayah yang lebih strategis. Hal ini sejalan dengan program Kapolri untuk menciptakan regenerasi kepemimpinan yang sehat dan berkelanjutan.
Rotasi kapolda merupakan fenomena yang lazim terjadi di Polri, namun tetap menarik perhatian publik karena menyangkut keamanan dan ketertiban di daerah. Terlebih, mutasi kali ini melibatkan wilayah-wilayah yang memiliki dinamika keamanan yang tinggi, seperti Papua Barat Daya yang masih bergejolak dengan aksi kelompok separatis. Masyarakat pun berharap agar para Kapolda baru dapat segera beradaptasi dan memberikan pelayanan terbaik.
Dengan selesainya rangkaian pelantikan dan serah terima jabatan, kini enam Kapolda baru resmi bertugas. Mereka akan menghadapi tantangan yang tidak ringan, namun dengan bekal pengalaman dan dukungan penuh dari Mabes Polri, diharapkan mereka mampu membawa perubahan positif di masing-masing wilayah. Publik pun menanti gebrakan dan inovasi dari para pemimpin baru ini dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










