Kapolri Ungkap Modus Selundupkan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Kapal Matikan Sinyal
Suara Pecari, Medan – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto mengungkap keberhasilan operasi gabungan dalam menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) di perairan Sumatera Utara. Penindakan dilakukan dengan mencegat kapal tanker MT Global 168 yang diduga mematikan sinyal kapal untuk menghindari pemantauan aparat keamanan.
Pengungkapan Modus Penyelundupan
Operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, dan Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan penyelundupan ketamin seberat 1.160 kilogram. Kapal tanker MT Global 168 dicegat di perairan sekitar Tanjung Balai Asahan pada 20 Oktober 2026 setelah aparat melakukan pemantauan intelijen sejak Agustus 2026.
Kapolri menjelaskan bahwa kapal tersebut menggunakan modus mematikan sistem pelacak dan mengganti identitas kapal untuk mengelabui pengawasan. Ketamin disimpan dalam 58 karung di ruang pompa kapal, yang jika beredar, diperkirakan dapat membahayakan sekitar 5,8 juta jiwa generasi muda.
Langkah Penegakan Hukum dan Perlindungan Masyarakat
Jenderal Suyudi menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya serius Polri untuk memutus jaringan pemasok narkotika dan mencegah peredaran di masyarakat. Penindakan ini diharapkan dapat memperkuat keamanan kawasan dan mendukung pemulihan masyarakat dari dampak narkoba.
Dalam proses penyidikan, delapan awak kapal diamankan, terdiri dari tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan berinisial YCY (42) yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Konteks dan Dampak
Modus penyelundupan narkotika melalui jalur laut dengan kapal yang mematikan sinyal merupakan tantangan serius bagi aparat keamanan. Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan intensif dan kerja sama antar lembaga untuk mencegah peredaran narkotika yang dapat merusak generasi muda dan masyarakat luas.
Pengungkapan ini juga menjadi peringatan bagi pelaku kejahatan narkotika bahwa aparat akan terus meningkatkan kemampuan dan koordinasi dalam memberantas kejahatan narkotika di wilayah perairan Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










