Alphonso Davies Akui Piala Dunia 2026 Jadi Tantangan Terberat, Cedera Hamstring Hantui Karier
Suara Pecari, Kapten timnas Kanada, Alphonso Davies, mengungkapkan perasaan kecewa setelah negaranya tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Davies, yang hanya bermain sekitar 15 menit sepanjang turnamen karena cedera hamstring, menyebut ajang ini sebagai salah satu tantangan terberat dalam kariernya.
Dalam unggahan Instagram pada Minggu (5/7), sehari setelah Kanada kalah 0-3 dari Maroko, Alphonso Davies menulis, “Bukan cara yang kami inginkan untuk mengakhiri perjalanan Piala Dunia. Mewakili Kanada di panggung terbesar sepak bola adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya anggap remeh. Saya bangga memakai lencana ini dan berdiri bersama para pemain yang memberikan segalanya untuk negara kami.”
Davies, yang sebelumnya mengalami cedera hamstring saat latihan, tidak dapat tampil maksimal. Ia absen dalam sebagian besar pertandingan, termasuk laga penuh melawan Maroko. Pelatih Jesse Marsch mengungkapkan bahwa Davies sempat menjalani MRI pada Jumat yang menunjukkan hasil normal, namun pemain berusia 25 tahun itu merasa tidak nyaman. “Alphonso sedang belajar untuk mempercayai tubuhnya. Risiko tidak sebanding dengan keinginannya bermain. Ini keputusan yang tepat baginya dan kariernya,” ujar Marsch.
Ketidakhadiran Alphonso Davies di laga krusial menimbulkan pertanyaan besar. Padahal, ia sempat tampil sebagai pemain pengganti saat Kanada mengalahkan Afrika Selatan 1-0 di babak 32 besar. Dalam 15 menit itu, Davies menunjukkan kualitasnya dengan memberikan umpan-umpan berbahaya dan menciptakan ruang bagi rekan setimnya. Namun, cedera yang sama kembali menghambat performanya.
Menurut sumber internal tim, Davies mengalami masalah hamstring sejak sebelum turnamen. Ia bahkan melewatkan pemusatan latihan di Charlotte, North Carolina, pada akhir Mei. Meski demikian, ia tetap masuk dalam skuad 26 pemain dan bergabung dengan tim di Edmonton. Selama berminggu-minggu, ia berlatih terpisah bersama pelatih pribadinya, Matthias Blankenburg, yang didatangkan khusus dari Jerman.
Kekalahan dari Maroko memperlihatkan kesenjangan kualitas antara kedua tim. Meski Kanada tampil impresif di babak pertama, gol-gol dari Azzedine Ounahi (dua gol) dan Soufiane Rahimi di injury time membuat mimpi Kanada pupus. Pelatih Marsch tetap bangga dengan perjuangan timnya, namun mengakui bahwa ketidakhadiran pemain bintang seperti Alphonso Davies sangat terasa.
Di sisi lain, masa depan Alphonso Davies di FC Bayern Muenchen mulai dipertanyakan. Klub Bundesliga itu dikabarkan kehilangan kepercayaan terhadap kebugaran sang pemain. Cedera berulang, termasuk robekan ligamen silang dan masalah otot, membuat Bayern mendatangkan bek kiri baru, Nathaniel Brown, dengan biaya 50 juta euro. Spekulasi penjualan Davies pada bursa musim panas pun semakin kencang.
Meski demikian, Alphonso Davies tetap optimis. Dalam pernyataannya, ia menegaskan akan bangkit kembali. “Kekecewaan ini hanya akan memotivasi saya untuk pulih, bekerja lebih keras, dan kembali lebih kuat dari sebelumnya. Saya tidak percaya pada alasan. Sepak bola penuh dengan kemunduran, dan cara kita meresponslah yang menentukan siapa diri kita.”
Perjalanan Kanada di Piala Dunia 2026 memang penuh cerita. Sebagai tuan rumah bersama, mereka berhasil meraih poin pertama, kemenangan pertama, dan lolos ke babak gugur. Namun, tanpa kontribusi maksimal Alphonso Davies, langkah mereka terhenti lebih awal. Kini, semua mata tertuju pada pemulihan sang kapten dan langkah selanjutnya dalam kariernya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










