Brahim Díaz Cetak Sejarah, Maroko Hancurkan Kanada 3-0 di 16 Besar Piala Dunia 2026

Brahim Díaz Cetak Sejarah, Maroko Hancurkan Kanada 3-0 di 16 Besar Piala Dunia 2026

Suara Pecari, Bintang Real Madrid, Brahim Díaz, menjadi aktor utama keberhasilan Maroko melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan tuan rumah Kanada dengan skor telak 3-0 di babak 16 besar, Sabtu (4/7) malam. Dua assist yang ia sumbangkan tidak hanya mengantarkan Singa Atlas ke delapan besar, tetapi juga memecahkan rekor assist terbanyak pemain Afrika sepanjang sejarah Piala Dunia.

Pertandingan yang berlangsung di Houston, Amerika Serikat, tersebut sempat berjalan ketat di babak pertama. Maroko kesulitan menembus pertahanan Kanada dan bahkan kehilangan gelandang Ismael Saibari karena cedera. Namun, setelah turun minum, permainan Maroko berubah drastis. Brahim Díaz, yang bermain sebagai gelandang serang, menjadi motor serangan dengan visi dan akurasi umpan yang luar biasa.

Gol pertama Maroko tercipta pada menit ke-82 melalui aksi Ezzedine Ounahi yang memanfaatkan umpan terobosan Brahim Díaz. Gol kedua datang pada menit ke-90+8, lagi-lagi dari assist Brahim Díaz yang diselesaikan dengan sempurna oleh Sofiane Rahimi. Kemenangan 3-0 ini memastikan Maroko lolos ke perempat final untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2022.

Dengan dua assist tersebut, Brahim Díaz kini mengoleksi total empat assist di Piala Dunia 2026, sekaligus memecahkan rekor pemain Afrika dengan assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Rekor sebelumnya dipegang oleh Asamoah Gyan (Ghana) dan Tahar El-Khalej (Maroko) yang sama-sama mencatatkan tiga assist. Yang lebih mengesankan, Brahim Díaz mencapai torehan itu hanya dalam lima penampilan pertamanya di putaran final Piala Dunia.

Usai pertandingan, Brahim Díaz mengungkapkan kebanggaannya terhadap tim. “Mentalitas yang kami tunjukkan luar biasa. Babak pertama kami tidak bermain baik, tapi kami bisa bangkit dan memberikan segalanya. Saya sangat bangga dengan tim,” ujarnya kepada stasiun radio Spanyol Cope. Ia juga menegaskan bahwa tim siap menghadapi lawan apa pun di perempat final.

Maroko akan berhadapan dengan pemenang laga antara Prancis dan Paraguay yang akan dimainkan Minggu (5/7) malam. Brahim Díaz secara terbuka mengakui bahwa ia berharap bertemu Prancis, karena memiliki rekan setim di Real Madrid, yaitu Aurélien Tchouaméni dan Kylian Mbappé. “Jika mereka lolos, itu akan lebih baik, karena kami akan bermain melawan mereka,” katanya.

Sementara itu, di sisi lain, Kylian Mbappé juga menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan keras usai kemenangan tipis Prancis atas Paraguay. Ia mengecam gaya bermain Paraguay yang dinilai tidak mau bermain sepak bola terbuka. “Mereka tidak ingin bermain sepak bola, dan kami tunjukkan bahwa kami tahu cara bermain keras,” ujar Mbappé.

Keberhasilan Brahim Díaz dan Maroko tentu menjadi kebanggaan bagi Afrika. Dengan performa impresif sejauh ini, Singa Atlas berpotensi melangkah lebih jauh. Dukungan penuh dari para penggemar diharapkan mampu membawa mereka menembus semifinal, bahkan mungkin final.

Artikel ini ditulis langsung dari Houston, Amerika Serikat, menyusul kemenangan bersejarah Maroko atas Kanada. Brahim Díaz telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain kunci di turnamen ini, dan namanya kini diperhitungkan sebagai kandidat pemain terbaik Piala Dunia 2026.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *