Kimi Antonelli Gagal Finis di British GP, Toto Wolff Akui Kesalahan Mercedes

Kimi Antonelli Gagal Finis di British GP, Toto Wolff Akui Kesalahan Mercedes

Suara Pecari, Formula 1 kembali menyajikan drama di British Grand Prix akhir pekan lalu. Pebalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, yang tengah memuncaki klasemen sementara, harus puas kehilangan poin berharga setelah mengalami masalah mekanis di lap-lap akhir. Insiden ini memicu kemarahan bos tim, Toto Wolff, yang secara blak-blakan mengakui bahwa komponen mobil seharusnya tidak rusak.

Antonelli, yang baru berusia 19 tahun, tampil impresif sepanjang akhir pekan di Sirkuit Silverstone. Ia start dari posisi ketiga dan dengan cepat naik ke posisi kedua, mengancam Charles Leclerc dari Ferrari yang memimpin balapan. Namun, saat ia bersiap untuk menekan Leclerc di lap-lap penutup, mobilnya tiba-tiba kehilangan performa. Antonelli terpaksa masuk pit dan tidak bisa melanjutkan balapan, akhirnya finis di luar zona poin.

Wolff menjelaskan bahwa tim menduga kerusakan terjadi akibat mobil melewati trotoar yang tinggi di Tikungan 9. “Kami yakin itu akibat benturan dengan trotoar di Tikungan 9, yang memang tinggi. Tapi itu bukan alasan, karena komponen itu seharusnya tidak patah. Apalagi di tikungan itu. Kami perlu menganalisis seberapa besar gaya yang diterima. Saat ini, rasa frustrasi tentu lebih dominan,” ujar Wolff kepada media termasuk TJ13.

Insiden ini menjadi pukulan telak bagi Antonelli, yang sebelumnya memimpin klasemen dengan keunggulan tipis. Rekan setimnya, George Russell, berhasil memanfaatkan situasi dengan finis kedua setelah memilih tidak pit saat safety car keluar. Hasil ini membuat Russell mendekati Antonelli di klasemen. Sementara itu, Lewis Hamilton yang start dari posisi terdepan harus puas di posisi ketiga setelah pit stop yang kurang menguntungkan.

Di sisi lain, akhir balapan diwarnai kontroversi saat FIA sempat menampilkan pesan bahwa safety car akan masuk dengan satu lap tersisa, namun ternyata tidak terjadi karena kesalahan perangkat lunak. Hal ini mengingatkan pada kontroversi Abu Dhabi 2021. Wolff berkomentar, “Saya lebih suka ini terjadi pada 2021. Itu lebih penting.” Namun, ia menambahkan bahwa keputusan FIA sudah tepat dan “pertunjukan harus mengikuti olahraga, bukan sebaliknya.”

Antonelli sendiri tampak santai di luar lintasan. Ia hadir di Hari Kedelapan Kejuaraan Wimbledon dengan setelan jas hitam, menunjukkan bahwa ia tidak terlalu terpuruk oleh kejadian tersebut. Mercedes kini akan melakukan investigasi penuh sebelum putaran berikutnya di Spa-Francorchamps. Formula 1 musim ini masih panjang, dan persaingan juara dunia diprediksi akan semakin ketat.

Kesimpulannya, kegagalan Antonelli di British GP menjadi pelajaran berharga bagi Mercedes. Keandalan mobil menjadi isu krusial yang harus segera diperbaiki. Sementara itu, persaingan di puncak klasemen Formula 1 semakin terbuka lebar, dengan Russell dan Leclerc siap memanfaatkan setiap kesalahan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *