Disdikpora Buleleng Perkuat Pembelajaran Digital Lewat Workshop PID
Suara Pecari, Singaraja – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam mentransformasi pendidikan melalui workshop bertajuk Review Kurikulum dan Penguatan Pembelajaran Mendalam Berbasis Papan Interaktif Digital (PID). Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 4 Singaraja pada 2–11 Juli 2026 ini diikuti oleh kepala sekolah dan seluruh guru dari berbagai jenjang. Dengan menghadirkan narasumber dari unsur Pengawas Manajerial, workshop ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan teknis, tetapi juga momentum strategis untuk mendorong perubahan paradigma pembelajaran di era digital.
Latar Belakang: Mengapa PID Menjadi Prioritas?
Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi. Papan Interaktif Digital (PID) bukan sekadar alat bantu, melainkan jembatan menuju pembelajaran yang lebih interaktif, visual, dan berpusat pada peserta didik. Menurut Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik (Kuserdik) SMP Disdikpora Buleleng, I Nyoman Yasa, PID memungkinkan guru menyajikan materi melalui berbagai media seperti visual interaktif, video pembelajaran, simulasi, kuis digital, hingga aktivitas kolaboratif. “Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan memperkuat interaksi antara guru dan siswa,” ujarnya saat membuka workshop.
Pelaksanaan Workshop: In Class dan On Class
Workshop dirancang dengan dua model pembelajaran, yaitu In Class dan On Class. Model In Class berfokus pada penguatan konsep dan perencanaan pembelajaran, sementara On Class merupakan praktik langsung di kelas dengan pendampingan. Peserta diajak untuk menyusun rencana pembelajaran yang mengintegrasikan PID secara efektif. Berikut adalah jadwal kegiatan workshop:
| Tanggal | Kegiatan | Metode |
|---|---|---|
| 2-4 Juli 2026 | Review Kurikulum dan Pengenalan PID | In Class |
| 5-7 Juli 2026 | Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Berbasis PID | In Class |
| 8-11 Juli 2026 | Praktik Mengajar dengan PID (On Class) | On Class |
Dampak dan Implikasi bagi Dunia Pendidikan
Optimalisasi PID diyakini mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan memperdalam pemahaman materi. Namun, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kompetensi guru. Oleh karena itu, workshop ini tidak hanya melatih penggunaan perangkat, tetapi juga memperkuat kemampuan pedagogis guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif. I Nyoman Yasa menegaskan, “Pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi pendidik. Workshop ini diharapkan mampu mendukung implementasi kurikulum yang lebih berkualitas dan melahirkan lulusan yang kreatif, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan era digital.”
Manfaat yang Diharapkan
- Peningkatan kualitas interaksi pembelajaran antara guru dan siswa.
- Pengembangan materi ajar yang lebih variatif dan menarik.
- Peningkatan kompetensi digital guru secara berkelanjutan.
- Adaptasi kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi.
Kronologi dan Langkah Lanjutan
Workshop ini merupakan bagian dari program transformasi digital Disdikpora Buleleng yang dimulai sejak awal tahun 2026. Sebelumnya, Disdikpora telah melakukan inventarisasi perangkat PID di sekolah-sekolah dan memberikan pelatihan dasar. Workshop kali ini menjadi tahap penguatan agar PID tidak hanya menjadi pajangan, tetapi benar-benar digunakan secara optimal. Ke depan, Disdikpora berencana melakukan monitoring dan evaluasi berkala, serta menggelar workshop lanjutan untuk mata pelajaran spesifik.
Penutup: Melangkah ke Masa Depan Pendidikan Digital
Workshop PID di Buleleng bukanlah sekadar acara seremonial. Ia adalah langkah konkret untuk menjawab kebutuhan zaman. Di tengah arus digitalisasi yang tak terbendung, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, melainkan fasilitator yang memandu siswa menjelajahi lautan informasi. Dengan PID, pembelajaran menjadi lebih hidup, kolaboratif, dan bermakna. Buleleng telah memulai; kini giliran setiap elemen pendidikan untuk bergerak bersama. Sebab, masa depan pendidikan Indonesia ada di tangan mereka yang berani berubah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








