Komdigi Kembangkan Solusi AI Dukung Pembelajaran di Sekolah Rakyat
Suara Pecari, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) bersama Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang akan diimplementasikan di 178 Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026–2027. Langkah ini merupakan bagian dari upaya transformasi digital sektor pendidikan, khususnya untuk menjangkau masyarakat kurang mampu.
Latar Belakang dan Kebutuhan
Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Kementerian Sosial yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dengan jumlah yang terus bertambah, kebutuhan akan sistem pembelajaran yang efektif dan efisien menjadi mendesak. Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menyatakan bahwa AI yang dikembangkan tidak hanya membantu guru, tetapi juga kepala sekolah dalam menyusun kurikulum, merancang pembelajaran, dan mengevaluasi hasil belajar. “Solusi digital ini dirancang agar proses pendidikan berlangsung lebih efektif dan terukur,” ujarnya dalam acara Demo Day dan Graduation Ceremony Program AI Talent Factory Batch 1 Tahun 2026 di Auditorium Algoritma Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (9/7/2026).
Program AI Talent Factory
Sistem AI ini merupakan hasil dari Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi. Program ini mempertemukan talenta AI dengan kebutuhan nyata sektor publik, sehingga hasil pembelajaran tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi solusi terapan. “AITF dirancang untuk mencetak talenta AI nasional sekaligus menghasilkan inovasi digital yang mampu menjawab kebutuhan pemerintah dan masyarakat,” tambah Bonifasius.
Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya menjadi contoh konkret hilirisasi hasil pembelajaran. Selain untuk Sekolah Rakyat, peserta AITF juga mengembangkan sistem pendukung penyaluran bantuan sosial bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal ini menunjukkan bahwa talenta AI Indonesia mampu menghasilkan inovasi yang relevan di berbagai sektor layanan publik.
Fitur dan Manfaat Sistem AI
Sistem AI yang dikembangkan memiliki beberapa fitur utama, antara lain:
- Penyusunan Kurikulum Otomatis: AI dapat menganalisis kebutuhan siswa dan merekomendasikan materi pembelajaran yang sesuai.
- Perancangan Pembelajaran Adaptif: Sistem menyesuaikan metode pengajaran berdasarkan kemampuan individu siswa.
- Evaluasi Belajar: AI menghasilkan soal tes awal dan akhir, serta memberikan analisis hasil belajar secara real-time.
- Manajemen Kelas: Membantu guru dalam mengelola jadwal, kehadiran, dan perkembangan siswa.
Dengan adanya sistem ini, guru dapat lebih fokus pada pendampingan peserta didik, sementara tugas administratif dapat diotomatisasi.
Dukungan Kementerian Sosial
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, yang hadir mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menyambut baik inisiatif ini. “Secara prinsip, tata kelola itu mulai dari hulu sampai hilir. Ini salah satu contoh yang akan kami kembangkan. Kami sudah sepakat akan membawa aplikasinya ke 178 Sekolah Rakyat yang beroperasi pada tahun ajaran 2026–2027,” ujarnya.
Menurut Robben, pemanfaatan AI akan membantu guru menyusun kurikulum, menyiapkan materi pembelajaran, membuat soal, dan mendukung pengelolaan proses belajar mengajar. Kementerian Sosial juga akan memberikan pendampingan kepada guru dan tenaga pendidik dalam penerapan teknologi tersebut.
Implementasi dan Target
Talenta AI dari Program AITF akan dilibatkan dalam sosialisasi implementasi kepada lebih dari 5.000 guru Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Selanjutnya, sistem AI akan diintegrasikan dengan Learning Management System (LMS) Sekolah Rakyat untuk mendukung peningkatan Digital Quotient (DQ) dalam proses pembelajaran. Kemensos menargetkan implementasi penuh sistem tersebut dapat terealisasi pada akhir tahun 2026.
Berikut adalah rincian target implementasi:
| Aspek | Target |
|---|---|
| Jumlah Sekolah Rakyat | 178 |
| Guru yang akan dilatih | 5.000+ |
| Integrasi LMS | Tahun ajaran 2026–2027 |
| Implementasi penuh | Akhir 2026 |
Dampak dan Implikasi
Penerapan AI di Sekolah Rakyat diharapkan memberikan dampak signifikan, antara lain:
- Peningkatan Kualitas Pembelajaran: Guru dapat menyusun materi yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga hasil belajar meningkat.
- Efisiensi Administrasi: Tugas-tugas administratif yang memakan waktu dapat diotomatisasi, memberi guru lebih banyak waktu untuk interaksi dengan siswa.
- Pemerataan Akses Pendidikan: Dengan sistem adaptif, siswa di daerah terpencil tetap mendapatkan pembelajaran berkualitas.
- Transformasi Digital Pemerintahan: Keberhasilan program ini dapat menjadi model bagi kementerian lain dalam memanfaatkan AI untuk layanan publik.
Namun, tantangan juga perlu diantisipasi, seperti kesiapan infrastruktur digital di daerah, literasi teknologi guru, dan keamanan data siswa. Kemensos dan Komdigi berkomitmen untuk memberikan pendampingan berkelanjutan.
Penutup
Inisiatif Komdigi dan Universitas Brawijaya ini menjadi tonggak penting dalam pemanfaatan AI untuk pendidikan inklusif. Dengan menggabungkan talenta digital dan kebutuhan nyata, Indonesia bergerak menuju sistem pendidikan yang lebih adaptif, efisien, dan berkeadilan. Para guru tidak lagi dibebani dengan tugas administratif yang berlebihan, melainkan dapat fokus pada esensi pendidikan: membimbing dan menginspirasi generasi penerus bangsa. Jika berhasil, Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga laboratorium inovasi digital yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










