Kebakaran di Wisma Indah III, Damkar Padang Kerahkan 75 Personel dan 5 Armada
Suara Pecari, Padang – Suasana di Komplek Wisma Indah III, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak mencekam pada Rabu (22/7/2026) sore. Kobaran api melalap satu unit rumah milik Ermiati (78) hingga hangus terbakar. Warga yang panik segera berteriak dan berusaha memadamkan api seadanya, namun api cepat membesar karena material bangunan yang mudah terbakar. Dalam hitungan menit, asap hitam pekat mengepul tinggi, menjadi tanda bahaya bagi permukiman padat penduduk tersebut.
Kronologi Kebakaran
Menurut keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari dapur rumah korban sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, Ermiati diketahui sedang berada di dalam rumah sendirian. Beruntung, seorang tetangga melihat kepulan asap dan segera memberi tahu warga lain. Dalam waktu 15 menit, warga melaporkan kejadian ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang pada pukul 15.45 WIB.
Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB setelah menempuh perjalanan dari posko utama yang berjarak 8 kilometer. Namun, akses jalan sempit di dalam kompleks perumahan menyulitkan armada besar untuk masuk. Akibatnya, petugas harus menyambung selang pemadam hingga ratusan meter dari mobil pemadam yang parkir di jalan utama.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Api baru benar-benar padam pada pukul 17.15 WIB. Selama proses pemadaman, petugas bekerja keras mencegah api merambat ke rumah-rumah di sekitarnya yang berdempetan. Beruntung, angin tidak terlalu kencang sehingga api tidak meluas secara horizontal.
Respons Cepat Damkar Padang
Kepala Seksi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sutopo, mengatakan bahwa instansinya mengerahkan sumber daya maksimal untuk menangani kebakaran ini. “Kami langsung menerjunkan lima unit armada dan 75 personel ke lokasi. Semua personel bergerak cepat untuk mengisolasi titik api dan mencegah perambatan ke bangunan lain,” ujar Sutopo kepada wartawan di lokasi kejadian.
Berikut rincian sumber daya yang dikerahkan dalam penanganan kebakaran Wisma Indah III:
| Jenis Sumber Daya | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Armada Pemadam | 5 unit | 1 unit tangki air besar, 4 unit mobil pemadam sedang |
| Personel | 75 orang | Termasuk 2 regu pemadam, 1 regu evakuasi, dan 1 regu logistik |
| Selang Pemadam | 200 meter | Digunakan untuk menjangkau titik api di dalam gang sempit |
| Waktu Respons | 15 menit | Sejak laporan diterima hingga tiba di lokasi |
Tantangan di Lokasi: Akses Sempit dan Permukiman Padat
Kondisi lingkungan menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Komplek Wisma Indah III merupakan kawasan permukiman padat dengan jarak antarbangunan sangat rapat, bahkan nyaris tanpa celah. Jalan di dalam kompleks hanya selebar 3 meter, tidak cukup untuk dilewati mobil pemadam berukuran besar. Akibatnya, petugas harus menarik selang secara manual dari jalan utama ke titik api sejauh 50 meter.
Sutopo menjelaskan, “Kesulitan utama adalah akses jalan yang sempit. Kami terpaksa memarkir armada di jalan raya dan menyambung selang panjang. Ini tidak ideal karena memakan waktu lebih banyak dan mengurangi tekanan air di ujung selang. Namun, kami berhasil mengatasinya dengan menggunakan selang berdiameter besar dan pompa tambahan.”
Selain itu, kepadatan penduduk menyebabkan mobilitas warga di sekitar lokasi cukup tinggi. Petugas harus berkoordinasi dengan warga untuk mengosongkan area dan memastikan tidak ada yang terjebak di dalam rumah yang terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Dampak Kerugian dan Penyelamatan Aset
Kebakaran ini mengakibatkan kerugian material yang cukup besar. Rumah milik Ermiati yang terbakar diperkirakan mengalami kerusakan total senilai Rp500 juta. Namun, berkat tindakan cepat petugas, aset di sekitar lokasi senilai Rp4 miliar berhasil diselamatkan. Angka ini mencakup bangunan rumah tetangga yang nyaris ikut terbakar serta harta benda warga yang berhasil dievakuasi.
Berikut perbandingan dampak kebakaran:
| Aspek | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Kerugian Akibat Kebakaran | Rp500 juta | 1 unit rumah ludes terbakar; termasuk perabot dan dokumen |
| Aset Terselamatkan | Rp4 miliar | Bangunan di sekitarnya; properti warga yang berhasil diamankan |
| Korban Jiwa | 0 orang | Penghuni rumah berhasil keluar; warga dievakuasi tepat waktu |
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tim forensik dari Kepolisian dan Damkar telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti. Sementara itu, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik mengingat usia rumah yang sudah tua dan instalasi listrik yang tidak terawat. Namun, keterangan resmi masih menunggu hasil laboratorium.
Imbauan dan Upaya Pencegahan
Menyikapi kejadian ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Berikut beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan:
- Rutin memeriksa instalasi listrik dan mengganti kabel yang sudah usang.
- Tidak meninggalkan kompor atau sumber api dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.
- Menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rumah, khususnya di dapur dan dekat panel listrik.
- Memastikan akses jalan lingkungan cukup lebar untuk dilalui kendaraan pemadam kebakaran.
- Mengaktifkan sistem peringatan dini kebakaran berbasis masyarakat (Kampung Siaga Api).
Sutopo menambahkan, “Kebakaran bisa terjadi kapan saja. Yang terpenting adalah kesiapsiagaan dan respons cepat. Kami juga mendorong warga untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran, karena semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang untuk meminimalkan kerugian.”
Penutup
Peristiwa kebakaran di Wisma Indah III menjadi pengingat akan kerentanan permukiman padat terhadap musibah serupa. Di balik kerugian material yang mencapai ratusan juta rupiah, ada kisah tentang solidaritas warga yang bahu-membahu memadamkan api walau terbatas, serta dedikasi 75 personel Damkar yang bekerja tanpa lelah demi melindungi nyawa dan harta benda. Semoga kejadian ini mendorong perbaikan infrastruktur pencegahan kebakaran di kota Padang, sehingga tragedi serupa tak perlu terulang lagi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










