Cuaca Ekstrem Melanda Selat Bali, Begini Langkah ASDP

Cuaca Ekstrem Melanda Selat Bali, Begini Langkah ASDP

Suara Pecari, BanyuwangiCuaca ekstrem yang melanda perairan Selat Bali dalam beberapa waktu terakhir memaksa penundaan operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan pengguna jasa dan awak kapal.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menegaskan bahwa setiap keputusan operasional didasarkan pada rekomendasi cuaca maritim dari BMKG dan hasil koordinasi dengan seluruh otoritas terkait, bukan kebijakan sepihak operator. “Keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap layanan penyeberangan. Penundaan operasional dilakukan semata-mata sebagai langkah mitigasi risiko ketika kondisi cuaca belum memenuhi standar keselamatan pelayaran,” jelasnya, Selasa, 28 Juli 2026.

Langkah ASDP Menghadapi Cuaca Ekstrem

ASDP menerapkan sejumlah langkah antisipatif untuk meminimalkan dampak penyesuaian operasional sekaligus menjaga kelancaran layanan. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan:

Pemantauan Cuaca Maritim

ASDP terus memperkuat koordinasi lintas instansi melalui pemantauan cuaca maritim secara berkala bersama BMKG. Hal ini bertujuan agar potensi cuaca ekstrem dapat dideteksi sedini mungkin dan keputusan operasional dapat diambil secara cepat serta tepat.

Buffer Zone untuk Kendaraan

Untuk mengurangi dampak terhadap distribusi logistik, ASDP mengaktifkan buffer zone di kawasan Bulusan sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan yang belum dapat menyeberang.

Penambahan Armada Setelah Cuaca Membaik

Setelah cuaca membaik dan operasional kembali normal, ASDP akan mengoptimalkan penambahan armada guna mempercepat penguraian antrean kendaraan yang terbentuk selama masa penundaan.

Koordinasi Lalu Lintas dengan Kepolisian

Di sisi darat, koordinasi bersama Polres Banyuwangi terus dilakukan untuk mengatur arus kendaraan menuju pelabuhan agar tetap tertib, aman, dan tidak menimbulkan kepadatan yang berlebihan.

Perlindungan Hak Pengguna Jasa

ASDP memahami penundaan operasional dapat menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi pengguna jasa dan pelaku usaha logistik. Dalam kondisi force majeure akibat cuaca ekstrem, tiket yang telah dibeli tetap berlaku dan dapat digunakan kembali setelah operasional penyeberangan dibuka. Untuk informasi terkini, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center ASDP 191.

“Kami menyiapkan berbagai langkah antisipatif secara terpadu, mulai dari pemantauan cuaca, penyediaan buffer zone, kesiapan armada, hingga pengaturan lalu lintas bersama kepolisian. Upaya ini kami lakukan agar dampak penyesuaian operasional dapat diminimalkan sekaligus menjaga kelancaran layanan,” ujar Arief. “Kami memohon pengertian seluruh masyarakat. Kebijakan ini semata-mata untuk melindungi keselamatan jiwa. Kami juga memastikan hak pengguna jasa tetap terlindungi karena tiket yang telah dibeli tetap dapat digunakan ketika layanan kembali beroperasi normal.”

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *