Keponakan Hilang Saat Kebakaran KMP Putri Yasmin, Keluarga Masih Menunggu Kabar
Suara Pecari, Lombok Barat – Insiden kebakaran yang menimpa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin di perairan Selat Lombok pada Rabu dini hari (12/8/2026) meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga penumpang yang masih hilang. Hingga Kamis (13/8/2026), tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap lima penumpang yang belum ditemukan, termasuk Selvina Rambu Mayi (29), seorang penumpang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan keponakan dari Novrian (30).
Selvina menumpang KMP Putri Yasmin dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, bersama empat anggota keluarga lainnya. Keempat anggota keluarga berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara Selvina hingga kini masih dalam pencarian. Keluarga terakhir kali menerima kabar melalui grup WhatsApp sekitar pukul 02.00 Wita sebelum kapal berangkat.
Operasi Pencarian Korban Masih Berlangsung
Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, Lanal Mataram, Polda NTB, KSOP, dan instansi terkait lainnya terus memperluas area pencarian ke arah barat daya dari lokasi kejadian. Armada utama seperti KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram dikerahkan untuk menyisir permukaan laut. Selain itu, maklumat dan imbauan darurat disebarkan ke seluruh kapal yang melintas di Selat Lombok agar segera melapor jika menemukan tanda keberadaan korban.
Penyebab Kebakaran dan Penanganan Pemerintah
Kebakaran diduga berasal dari truk boks yang ada di dalam kapal, meskipun penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). KMP Putri Yasmin yang dimiliki PT Jembatan Lautan (JEMLA) melayani rute Padangbai–Lembar dan dinyatakan laik laut pada pemeriksaan terakhir Juni 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita dan menegaskan prioritas keselamatan penumpang serta awak kapal. Pemerintah membuka posko pengaduan bagi keluarga korban dan memastikan dukungan penuh melalui PT Jasa Raharja untuk biaya perawatan dan santunan. Operasi SAR diperkirakan berlangsung hingga tujuh hari ke depan mengingat kondisi cuaca dengan ombak tinggi dan arus kuat.
Data Korban dan Kondisi Evakuasi
Dari total 218 penumpang dan ABK yang terdata, 212 orang telah dievakuasi. Sebanyak 211 orang selamat, satu meninggal dunia, dan lima masih dalam pencarian. Selain penumpang, terdapat 79 unit kendaraan roda dua dan roda empat di kapal saat kejadian.
Keluarga korban, termasuk Novrian, berharap informasi terbaru segera diperoleh agar proses evakuasi dan pencarian dapat diakhiri dengan kepastian. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung upaya SAR yang terus berlangsung.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat luas, mendorong evaluasi terhadap prosedur keselamatan pelayaran guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










