Mabes Polri Kirim 137 Personel dan Bantuan Logistik untuk Penanganan Gempa 7,7 Magnitudo di NTT

Mabes Polri Kirim 137 Personel dan Bantuan Logistik untuk Penanganan Gempa 7,7 Magnitudo di NTT

Suara Pecari, JakartaMabes Polri mengirimkan 137 personel gabungan untuk membantu penanganan korban gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain personel, Polri juga menyalurkan bantuan logistik berupa tenda dan wifi portable guna mendukung proses evakuasi dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Personel Siaga di Lokasi Bencana

Personel yang diberangkatkan terdiri dari berbagai satuan, antara lain 101 anggota SAR Brimob Pasukan Pelopor yang fokus pada pencarian dan pertolongan korban. Selain itu, terdapat 14 personel dari DVI dan Dokkes, 9 personel Humas, 3 personel Slog, serta 10 personel Propam. Keseluruhan anggota ini berperan penting dalam memastikan keselamatan warga dan mendukung proses evakuasi serta pemberian pertolongan.

Peran Anjing Pelacak K-9

Polri juga menyiapkan anjing pelacak K-9 yang akan dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan dan kesiapan sarana transportasi. Pengiriman anjing pelacak ini dijadwalkan dilakukan paling lambat keesokan harinya untuk membantu pencarian korban yang tertimbun reruntuhan bangunan.

Bantuan Logistik untuk Korban Gempa

Selain pengiriman personel, Mabes Polri mengirimkan berbagai bantuan logistik, antara lain:

  • 10 set tenda pleton untuk tempat tinggal sementara;
  • 10 unit wifi portable guna membantu komunikasi;
  • 240 dus makanan cepat saji untuk memenuhi kebutuhan gizi sementara.

Bantuan ini dikirim dari Lanud Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menggunakan pesawat Polri jenis CN-295.

Sinergi Penanganan Bencana

Dalam penanganan gempa di NTT, Polri berkoordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, dan instansi terkait lainnya. Pengiriman personel dan bantuan dilakukan secara bertahap menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan agar penanganan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Irjen Johnny Eddizon Isir, Kadiv Humas Polri, menegaskan bahwa prioritas utama Polri adalah keselamatan masyarakat, evakuasi korban, pelayanan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak bencana di wilayah Flores dan sekitarnya.

Dukungan Polda Terdekat

Selain personel dari Mabes Polri, dukungan juga disiapkan dari Polda Nusa Tenggara Barat, Polda Bali, dan Polda Jawa Timur yang siap dikerahkan jika diperlukan untuk memperkuat penanganan bencana di NTT.

Langkah cepat dan terkoordinasi ini diharapkan dapat membantu meringankan dampak bencana gempa dan mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak di Nusa Tenggara Timur.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *