PLN Pulihkan 429 Gardu Listrik Usai Gempa di Flores, Prioritaskan Pasokan ke Rumah Sakit
Suara Pecari, Nusa Tenggara Timur – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) berhasil memulihkan 429 gardu distribusi listrik setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Laut Flores pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Pemulihan listrik ini menjadi prioritas utama terutama untuk fasilitas vital seperti rumah sakit dan posko penanganan bencana.
Gempa utama yang terjadi di utara Pulau Flores ini juga diikuti oleh sejumlah besar gempa susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga pukul 14.00 WIB tercatat sebanyak 235 gempa susulan dengan magnitudo antara 2,5 hingga 6,2 yang tersebar di wilayah utara Pulau Flores. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa gempa susulan ini diperkirakan akan terus terjadi selama 2 hingga 3 minggu ke depan.
Upaya Pemulihan Listrik oleh PLN
Berdasarkan data PLN UIW NTT, dari total 3.478 gardu distribusi yang terdampak, 429 gardu sudah berhasil dinormalkan hingga pukul 11.30 WITA. Selain itu, dari 11 gardu induk yang sempat mengalami gangguan, 6 gardu induk telah berhasil dioperasikan kembali. Proses perbaikan mencakup seluruh sistem mulai dari pembangkit listrik, transmisi, gardu induk, hingga jaringan distribusi listrik di wilayah terdampak.
General Manager PLN UIW NTT, F Eko Sulistyono, menegaskan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Maumere berada dalam kondisi aman dan menjadi tumpuan awal dalam penormalan sistem kelistrikan. Pemulihan listrik difokuskan terlebih dahulu pada fasilitas-fasilitas vital, termasuk rumah sakit dan posko penanganan bencana, agar penanganan dampak gempa dapat berlangsung dengan optimal.
Kondisi dan Respons Darurat di Lapangan
Gempa ini juga menimbulkan dampak sosial yang signifikan. Satu kisah haru tercipta saat seorang ibu hamil di Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, berhasil melahirkan secara normal di tengah kepanikan dan situasi darurat gempa. Proses persalinan dilakukan di ruang darurat yang disiapkan di halaman sebuah taman kanak-kanak setelah evakuasi dari Puskesmas Paga dilakukan untuk menghindari risiko bangunan runtuh akibat gempa susulan.
Selain itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan dua kapal SAR dan 37 personel untuk membantu penanganan gempa, khususnya di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, yang mengalami kondisi terisolir pascagempa. Koordinasi antara Kantor SAR Maumere dan Kantor SAR Kupang terus dilakukan untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan penanganan dampak gempa di wilayah tersebut.
Konteks dan Harapan ke Depan
Gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Flores menimbulkan tantangan besar dalam penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur vital, terutama kelistrikan dan layanan kesehatan. BMKG masih memantau gempa susulan secara real time dan memperkirakan aktivitas gempa ini akan berangsur mereda dalam 2-3 minggu mendatang.
PLN dan Basarnas bekerja tanpa henti untuk memastikan pemulihan layanan kelistrikan dan keselamatan warga terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan mendukung upaya pemulihan yang sedang berjalan.
Upaya cepat dan terkoordinasi ini diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk gempa dan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di Pulau Flores, NTT.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










