Gempa 6,2 M Guncang Parigi Moutong, Getaran Terasa di Donggala hingga Bontang

Gempa 6,2 M Guncang Parigi Moutong, Getaran Terasa di Donggala hingga Bontang

Suara Pecari, Parigi MoutongGempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu malam, 16 Agustus 2026 pukul 23.25 WIB. Pusat gempa berada di laut sekitar 74 kilometer barat daya Parigi Moutong dengan kedalaman 44 kilometer, menurut laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Fakta Utama Gempa

  • Magnitudo gempa: 6,2 M
  • Waktu kejadian: Sabtu, 16 Agustus 2026, pukul 23.25 WIB
  • Lokasi pusat gempa: 0.25 LU, 120.22 BT, di laut 74 km barat daya Parigi Moutong
  • Kedalaman gempa: 44 km
  • Skala getaran: MMI IV di Parigi Moutong, MMI III-IV di Donggala, dan MMI II-III di beberapa wilayah lain termasuk Bontang

Skala Getaran dan Daerah Terasa

Getaran gempa dirasakan cukup kuat di Parigi Moutong dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) IV. Daerah lain yang merasakan gempa dengan intensitas bervariasi antara MMI II hingga MMI IV meliputi:

  • Toli-Toli
  • Bolaang Mongondow Utara
  • Biduk-Biduk
  • Tanjung Selor
  • Berau
  • Bontang
  • Donggala
  • Pali, Pohuwatu
  • Kabupaten dan Kota Gorontalo

Konteks dan Pentingnya Informasi

Wilayah Sulawesi Tengah termasuk daerah rawan gempa karena letaknya yang berada dekat dengan pertemuan lempeng tektonik. Informasi mengenai gempa ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan instansi terkait dalam menghadapi potensi bencana susulan. BMKG sebagai lembaga resmi terus memantau situasi seismik dan memberikan peringatan dini apabila diperlukan.

Dampak dan Tindakan

Sampai saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa ini. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah dan BMKG. Pemerintah daerah setempat bersama instansi terkait juga diharapkan segera melakukan evaluasi dan langkah antisipasi demi keselamatan warga.

Peristiwa gempa ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan pemahaman masyarakat terhadap informasi bencana alam agar dapat merespons dengan cepat dan tepat saat terjadi kejadian serupa di masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *