Mantan Kopassus Dibacok Tetangga di JGC Cakung, Cekcok Renovasi Rumah Berujung Darah
Suara Pecari, Jakarta – Sebuah insiden pembacokan yang melibatkan mantan anggota Kopassus, Muhammad Fahrul (48), terjadi di kawasan elite Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur. Kejadian ini berawal dari perselisihan kecil terkait kelanjutan proyek renovasi rumah di Cluster Zebrina III yang kemudian berujung pada kekerasan fisik.
Fakta Utama Insiden Pembacokan
Perselisihan awalnya dipicu oleh keluhan istri pelaku, Jef Budiharto (57), yang merasa terganggu oleh aktivitas renovasi rumah di sebelahnya. Istri pelaku sempat menegur mandor bangunan agar menghentikan pekerjaan sementara, namun teguran tersebut dibatalkan oleh Fahrul yang meminta pekerjaan tetap dilanjutkan.
Situasi menjadi memanas hingga akhirnya Jef Budiharto melayangkan serangan menggunakan senjata tajam berupa parang. Serangan pertama berhasil dihindari oleh Fahrul, namun serangan berikutnya mengenai kepala bagian kanan korban sehingga menyebabkan luka bacok serius.
Reaksi Korban dan Penanganan Medis
Meskipun terluka dan darah mengucur dari kepala, insting tempur Fahrul sebagai mantan prajurit Kopassus tidak pudar. Ia segera melakukan serangan balasan dengan menjatuhkan pelaku ke lantai. Kejadian ini disaksikan langsung oleh mandor bangunan, Agus Susanto.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Mayapada JGC untuk mendapatkan penanganan medis intensif, termasuk jahitan pada luka bacok di kepala kanannya.
Respons Kepolisian dan Penyelidikan
Polsek Cakung dengan cepat merespons laporan warga dan melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Kapolsek Cakung, Kompol Andre Tri Putra, menyatakan bahwa perselisihan ini bermula dari teguran istri pelaku kepada mandor bangunan dan eskalasi yang cepat berubah menjadi kekerasan fisik.
Konteks dan Implikasi
Kasus ini menggambarkan bagaimana ketidaktertiban emosi dalam perselisihan kecil dapat berujung pada tindakan kekerasan yang serius. Insiden ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan konflik antar tetangga terutama dalam lingkungan yang padat dan elite seperti JGC.
Selain itu, reaksi sigap korban yang merupakan mantan anggota pasukan khusus menunjukkan bahwa pengalaman militer dapat berperan dalam menghadapi situasi berbahaya.
Perkembangan Selanjutnya
Pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan terkait insiden ini untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Kondisi korban dikabarkan stabil setelah mendapatkan perawatan medis.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










