ULD Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli Perkuat Kapasitas Tim ULD Melalui Pelatihan Asesmen Vokasional Inklusif
Suara Pecari, Gunungsitoli – Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Pada Kamis, 9 Juli 2026, ULD menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas ULD Ketenagakerjaan di Gedung Dekranasda, yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan tim dalam melakukan asesmen keterampilan dan minat kerja penyandang disabilitas, menghubungkan mereka dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan dunia usaha, serta memastikan ketersediaan akomodasi yang layak di tempat kerja.
Latar Belakang: Kesenjangan Akses Ketenagakerjaan bagi Penyandang Disabilitas
Di Indonesia, penyandang disabilitas masih menghadapi hambatan signifikan dalam mengakses peluang kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas nasional pada 2025 baru mencapai sekitar 45%, jauh di bawah rata-rata nasional. Di Kota Gunungsitoli, kondisi serupa terjadi, dengan minimnya lowongan kerja yang ramah disabilitas dan kurangnya layanan pendukung seperti asesmen vokasional dan pendampingan. ULD Ketenagakerjaan hadir sebagai jembatan untuk mengatasi kesenjangan ini, namun efektivitasnya bergantung pada kapasitas tim dalam memahami kebutuhan unik setiap individu penyandang disabilitas.
Pelatihan: Meningkatkan Kompetensi Tim ULD
Pelatihan yang digelar pada Juli 2026 ini difokuskan pada dua aspek utama: asesmen vokasional berbasis potensi dan praktik penyusunan rekomendasi layanan inklusif. Materi disampaikan oleh Justin Foera-era Lase, seorang praktisi yang telah lama bergelut di bidang pemberdayaan disabilitas. Dalam pemaparannya, Justin menekankan perlunya pergeseran paradigma dari pendekatan yang berfokus pada keterbatasan menuju pendekatan yang menempatkan potensi, kompetensi, dan aspirasi kerja penyandang disabilitas sebagai landasan utama dalam proses asesmen dan penempatan kerja.
| Sesi | Topik | Metode |
|---|---|---|
| 1 | Asesmen Vokasional Berbasis Potensi bagi Pencari Kerja Disabilitas: Mengidentifikasi Minat, Keterampilan, dan Dukungan yang Dibutuhkan | Ceramah dan diskusi |
| 2 | Praktik Penggunaan Formulir Profil Pencari Kerja Disabilitas dan Penyusunan Rekomendasi Layanan Ketenagakerjaan Inklusif | Simulasi wawancara, pengisian formulir, dan studi kasus |
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, Dafril Hulu, S.E. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya ULD sebagai garda terdepan dalam memastikan penyandang disabilitas memperoleh kesempatan kerja yang setara dan bermartabat. “Pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, lembaga masyarakat, dan perguruan tinggi,” ujar Dafril. Ia menambahkan, “Kita ingin memastikan bahwa setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki akses yang sama terhadap pelatihan kerja, kesempatan kerja, dan pengembangan karier sesuai dengan potensi yang dimiliki.”
Perwakilan dari CDRM CDS Nias turut memberikan apresiasi. Mereka menyebut keberadaan ULD memiliki peran strategis sebagai penghubung antara penyandang disabilitas dengan peluang pelatihan dan kesempatan kerja yang tersedia di masyarakat dan dunia usaha. Program ini diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif di Kota Gunungsitoli.
Kronologi Kegiatan
Berikut rangkaian acara pelatihan:
- Pembukaan (08.30 WIB): Sambutan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Ketenagakerjaan, serta perwakilan CDRM CDS Nias.
- Sesi Materi I (09.00 WIB): Asesmen Vokasional Berbasis Potensi oleh Justin Foera-era Lase.
- Sesi Materi II (10.30 WIB): Praktik penggunaan formulir profil dan penyusunan rekomendasi layanan.
- Simulasi dan Diskusi Kasus (13.00 WIB): Peserta dibagi dalam kelompok untuk simulasi wawancara dan diskusi tantangan lapangan.
- Penutupan (15.30 WIB): Rangkuman dan komitmen tindak lanjut.
Antusiasme Peserta dan Pembelajaran Interaktif
Para peserta yang terdiri dari staf ULD, perwakilan Dinas Sosial, dan mitra komunitas menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan. Sesi praktik dan diskusi kasus menjadi momen paling dinamis, karena peserta saling berbagi pengalaman lapangan dalam mendampingi pencari kerja disabilitas. Beberapa kendala yang sering dihadapi antara lain: minimnya data profil pencari kerja yang lengkap, kurangnya pemahaman pengusaha tentang akomodasi yang layak, serta keterbatasan akses transportasi bagi penyandang disabilitas menuju tempat kerja. Melalui diskusi, peserta merumuskan solusi sederhana namun aplikatif, seperti pembuatan formulir profil yang lebih ramah pengguna dan penyusunan panduan akomodasi kerja untuk perusahaan.
Dampak dan Implikasi
Pelatihan ini diharapkan membawa dampak nyata bagi berbagai pihak:
- Bagi penyandang disabilitas: Mereka akan mendapatkan layanan asesmen yang lebih akurat, yang mengarah pada penempatan kerja sesuai potensi, bukan sekadar keterbatasan. Hal ini meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian.
- Bagi dunia usaha: Perusahaan akan memiliki akses ke kandidat yang telah tervalidasi kompetensinya, sekaligus mendapatkan panduan tentang akomodasi yang diperlukan. Ini dapat meningkatkan inklusivitas dan produktivitas tenaga kerja.
- Bagi pemerintah daerah: Kapasitas ULD yang meningkat akan mempercepat pencapaian target indikator kinerja daerah dalam bidang ketenagakerjaan inklusif. Kota Gunungsitoli dapat menjadi role model bagi daerah lain di Sumatera Utara.
- Bagi lembaga mitra: Kolaborasi dengan CDRM CDS Nias memperkuat jaringan dan sinergi dalam advokasi hak disabilitas.
Penutup: Langkah Nyata Menuju Masyarakat Inklusif
Pelatihan Peningkatan Kapasitas ULD Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia merupakan bukti nyata bahwa ketika pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan perguruan tinggi berkolaborasi, perubahan sistemik dapat terwujud. Dengan tim ULD yang lebih kompeten, para penyandang disabilitas di Kota Gunungsitoli kini memiliki harapan baru untuk mengakses pekerjaan yang layak, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Inilah esensi dari pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi semua — bukan hanya slogan, melainkan aksi lapangan yang terus diperkuat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










